JAKARTA,newsline.id– PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) mengakhiri lebih cepat program pembelian kembali saham (buyback) tahun 2025 sebagai bagian dari strategi transisi menuju aksi korporasi terbaru di 2026. Kebijakan ini resmi berlaku sejak 16 April 2026.
Langkah tersebut diambil agar perusahaan dapat fokus menjalankan rencana buyback baru tanpa adanya tumpang tindih periode pelaksanaan. Program sebelumnya sejatinya masih memiliki waktu hingga Juni 2026, sesuai hasil persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 2 Juni 2025.
Sekretaris Perusahaan ADRO, Maharani Cindy Opssedha, menjelaskan keputusan ini telah dipertimbangkan secara matang dengan mengacu pada regulasi yang berlaku.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Penghentian ini dilakukan untuk memastikan rencana pembelian kembali saham berikutnya dapat berjalan optimal tanpa beririsan dengan program sebelumnya,” ujarnya.
Saat ini, manajemen ADRO tengah mematangkan rencana buyback saham 2026 yang akan diajukan dalam RUPST pada 17 April 2026. Jika memperoleh persetujuan pemegang saham, pelaksanaan program tersebut dijadwalkan dimulai pada 18 April 2026 dengan durasi hingga 12 bulan.
Dalam rencana terbaru ini, perusahaan juga meningkatkan alokasi anggaran buyback menjadi maksimal Rp5 triliun. Nilai tersebut lebih tinggi dibandingkan rencana awal yang sebesar Rp4 triliun.
Manajemen menilai, kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas harga saham sekaligus memberikan sinyal positif kepada pasar terkait fundamental perusahaan.
Meski program buyback 2025 dihentikan lebih cepat, ADRO memastikan tidak ada dampak material terhadap kondisi operasional maupun keuangan perusahaan.
“Perseroan tetap berada dalam kondisi yang solid dan seluruh kegiatan usaha berjalan normal,” kata Maharani.
Dengan strategi baru ini, ADRO berharap dapat memperkuat kepercayaan investor serta mendorong kinerja saham agar lebih mencerminkan nilai perusahaan secara fundamental di tengah dinamika pasar modal.(*)









