Jayawijaya,newsline.id- Bertempat dipantai satu kantor bupati Jayawijaya Wamena pemerintah, gereja,tokoh adat, masyarakat,pemuda,LMA DAN MRP hari ini 16 mei 2026, Melakukan pertemuan mengambil keputusan bersama demi keamanan kota Wamena dan sekitarnya.
Setelah mengikuti perkembangan situasi konflik yang terjadi maka seluruh pimpinan melakukan rapat koordinasi pada hari ini dan hasilnya sebagai berikut:
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
1. Konflik antara sesama OAP di Papua Pegunungan mulai hari Sabtu 16 Mei 2026 kami nyatakan *BERHENTI*. Oleh sebab itu masa perang dari masing-masing pihak akan dipulangkan mulai besok ke asal kabupaten.
2. Seluruh pimpinan gereja, pemerintah, tokoh adat, pemuda dan LSM lainnya turut mengambil peran dalam mobilisasi masa membangun kesadaran akan kekeluargaan, kesatuan, perdamaian dan cinta kasih.
3. Pemerintah dibawah pimpinan Wakil Menteri Dalam Negeri (Ibu Ribka Haluk) akan segera menggarap perdasus dan perdasi untuk memproteksi setiap masalah kedepannya.
4. Pemerintah tidak akan bayar kepala lagi, karena itu seluruh tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, intelektual, dan seluruh pihak mulai membangun kesadaran serta edukasi publik bahwa tidak boleh ada pembunuhan, peperangan ataupun pertikaian dengan alasan apapun.
5. Seluruh masyarakat mulai ibadah dengan tentram pada minggu, 17 Mei 2026 dan kembali beraktivitas seperti biasa mulai hari senin.
6. Untuk seterusnya Papua Pegunungan akan memperlakukan hukum positif. Pelaku atau aktor dibalik setiap konflik akan ditangkap, diadili dan dipenjarakan.
Sumber data yang dicatat musibah putusnya jembatan uwe merengut 33 nyawa saat ini 22 orang ditemukan dan 11 lainya belum ditemukan.
Oleh sebab itu, Selama 5 hari akan melakukan pencarian oleh Pihak Netral yakni; Tim SAR dan TNI.
Sementara korban dalam perang kemarin pada Jumat 15 Mei 2026 pimpinan percayakan pihak Polisi dan pembela HAM untuk melakukan pendataan mulai hari ini. Oleh sebab itu seluruh umat Jangan panik, pihak aparat mulai berdatangan di lokasi rumah-rumah sekitaran kali Uwe sebelah menyebelah untuk mendata. Demikian hasil rapat.
Pimpinan GIDI yang hadir dalam rapat yang dimaksud:
1. Pdt. Usman Kobak, M. A (President GIDI)
2. Pdt. Potias Pegawak, S. Th (Ketua Wilayah Bogo)
3. Pdt. Minus Wanimbo, S. Th (Ketua Klasis Lembah Balim Wamena)
4. Pdt. Leno Kaningga, M. Th (Sekertaris Klasis Lembah Balim)
Dalam hasil rapat tersebut diharapkan kondisi kota Wamena dan provinsi Papua pada umunya menjadi aman kembali.









