MERAUKE, Newsline.id – Pemerintah Provinsi Papua Selatan terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia Orang Asli Papua (OAP) melalui kegiatan Pendampingan Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan Pelatihan Bahasa Inggris Tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Halogen Merauke pada 15–27 Juni 2026 tersebut secara resmi dibuka oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Papua Selatan, Drs. Agustinus Joko Guritno, M.Si, mewakili Gubernur Papua Selatan.
Dalam sambutan Gubernur yang dibacakan Agustinus Joko Guritno, pemerintah menegaskan bahwa program beasiswa merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi unggul yang mampu membawa perubahan dan kemajuan bagi Papua Selatan maupun Indonesia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Beasiswa bukan hanya bantuan pendidikan, tetapi merupakan investasi negara dalam menciptakan generasi unggul yang akan memimpin perubahan dan membawa kemajuan bagi bangsa dan negara,” ujarnya.
Ia mengatakan, pelaksanaan program tersebut juga merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Papua Selatan dalam memanfaatkan dana Otonomi Khusus untuk membangun kapasitas sumber daya manusia Orang Asli Papua melalui sektor pendidikan.
Kepada seluruh peserta, Agustinus mengingatkan agar kesempatan yang diberikan pemerintah dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Menurutnya, pendidikan merupakan salah satu jalan utama untuk meningkatkan daya saing generasi muda Papua Selatan.
Sementara itu, Ketua Panitia, Petrus Mbaraka, S.Sos., M.AP menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pendampingan Beasiswa LPDP serta pelatihan Bahasa Inggris yang menjadi salah satu syarat penting dalam memperoleh beasiswa pendidikan.
“Kegiatan ini bertujuan memberikan wawasan, pembekalan teknis, serta penguatan karakter dan nilai-nilai kebangsaan kepada peserta agar siap secara akademik, mental, dan sosial budaya,” jelasnya.
Sebanyak 80 peserta Orang Asli Papua dari empat kabupaten di Provinsi Papua Selatan mengikuti kegiatan tersebut. Rinciannya, 50 peserta mengikuti program pendampingan LPDP dan 30 peserta mengikuti pelatihan Bahasa Inggris.
Selain membekali peserta dengan informasi dan keterampilan terkait beasiswa LPDP, kegiatan ini juga diarahkan untuk meningkatkan kemampuan TOEFL sebagai standar kemampuan Bahasa Inggris, serta menumbuhkan semangat nasionalisme dan tanggung jawab moral sebagai penerima beasiswa negara.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Papua Selatan berharap semakin banyak putra-putri Orang Asli Papua yang berhasil melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi maupun pendidikan kedinasan, sehingga mampu berkontribusi dalam pembangunan daerah di masa mendatang.





