Jayawijaya,newsline.id- Mengawali Rekonsiliasi bersama bupati kabupaten Jayawijaya Atenius Murip, S.H., M.H membuka ruang diskusi publik yang melibatkan tokoh adat,tokoh masyarakat,tokoh pemuda, dan 40 distrik di kabupaten Jayawijaya pada tanggal 27 juli 2026 di kantor bupati Jayawijaya.
Diskusi publik yang di laksanakan bertujuan untuk mencari pendekatan menuju rekonsiliasi yang sesuai dengan harapan masyarakat khususnya daerah konflik yang ada di kabupaten Jayawijaya, dalam arahan bupati kabupaten Jayawijaya menyampaikan bahwa ruang diskusi publik yang dibuka bertujuan untuk menyatukan pemikiran semua elemen masyarakat menuju kabupaten Jayawijaya yang lebih baik sesuai dengan Moto Kabupaten Jayawijaya adalah “Yogotak Hubuluk Motok Hanorogo”, yang memiliki arti bahwa hari esok harus lebih baik dari hari ini, ditekankan juga bahwa konflik menimbulkan rasa ketidakamanan dan berdampak pada rusak systim ekonomi jangka panjang karena aktivitas masyarakat terputus bahkan dampak lanjut pada bidang pendidikan dan kesehatan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam diskusi tokoh adat masing-masing menyampaikan pandangannya dan dirangkum dalam catatan tim khusus bupati kabupaten Jayawijaya, catatan penting datang dari daerah masyarakat yang terdampak konflik wouma bahwa harapan besar mereka untuk bisa pulih dari semua konflik yang terjadi , bagaimana pemerintah terlibat dalam penyelesaian konflik namun tidak menciderai tatanan adat yang turun temurun dijaga olah masyarakat adat setempat.
Diskusi publik mencapai kesepakatan bahwa semua pandangan mewakili setiap stekholder di kabupaten Jayawijaya semua dirangkum dan menjadi catatan penting untuk di bawah menjadi bahan diskusi bersama pemerintah daerah kabupaten Jayawijaya dan Pemerintah pusat serta mencari solusi bersama.








