newsline.id — Jagat media sosial tengah dihebohkan dengan beredarnya video mobil listrik Xiaomi SU7 yang tiba-tiba bergerak sendiri tanpa pengemudi. Dalam rekaman yang beredar, mobil tersebut tampak melaju perlahan di area parkir, membuat warga sekitar terkejut dan menduga ada “hantu” yang mengendarainya. Kejadian unik ini sontak menjadi bahan perbincangan netizen di berbagai platform media sosial.
Video berdurasi sekitar 30 detik itu pertama kali diunggah ke TikTok dan X (Twitter), lalu viral dalam hitungan jam. Banyak pengguna internet yang memberikan komentar kocak, menyebut bahwa kecerdasan buatan (AI) dalam mobil tersebut “kelebihan pintar” hingga bisa berjalan sendiri tanpa disuruh. Beberapa netizen bahkan membuat meme bertema “AI kesurupan”, yang makin menambah ramai pembahasan seputar kejadian itu.
Namun di balik kehebohan dunia maya, sejumlah pakar otomotif mencoba memberikan penjelasan teknis. Menurut mereka, kemungkinan besar mobil Xiaomi SU7 tersebut sedang dalam mode parkir otomatis atau sistem pengendalian jarak jauh (remote driving system) yang belum dimatikan sepenuhnya. Sistem semacam ini memang dirancang untuk memudahkan pengguna memarkir atau memindahkan kendaraan dari jarak dekat, tapi bisa menimbulkan kejadian tak terduga jika tidak dikontrol dengan benar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Perwakilan Xiaomi pun dikabarkan telah menanggapi video tersebut. Dalam pernyataannya, pihak perusahaan menegaskan bahwa mobil listrik Xiaomi SU7 dibekali teknologi keselamatan berlapis dan fitur otonom canggih yang masih tunduk pada standar keamanan tinggi. Mereka juga menyebut bahwa peristiwa tersebut sedang diselidiki lebih lanjut untuk memastikan penyebab pastinya.
Kejadian ini membuka kembali perbincangan tentang batas kemampuan AI di kendaraan modern. Banyak pengguna mulai mempertanyakan seberapa aman fitur-fitur pintar yang kini menjadi tren di dunia otomotif. Walaupun tujuan utama pengembangan teknologi tersebut adalah untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan, kasus seperti ini menjadi pengingat bahwa kecerdasan buatan tetap membutuhkan kendali manusia.
Di sisi lain, kejadian ini juga menjadi momen viral yang tak bisa dilewatkan begitu saja oleh warganet. Meme, candaan, dan komentar lucu bermunculan di berbagai platform, mulai dari “AI-nya kebanyakan belajar TikTok” hingga “mobilnya kangen jalan-jalan.” Meski diwarnai humor, momen ini menunjukkan betapa besar perhatian publik terhadap perkembangan teknologi kendaraan listrik.
Apa pun penyebab pastinya, insiden “mobil Xiaomi jalan sendiri” ini menandakan satu hal: masa depan otomotif benar-benar sudah di depan mata. Kini, tantangannya bukan hanya membuat mobil pintar, tapi juga memastikan agar “kepintarannya” tidak bikin pemiliknya kaget di parkiran. (**)








