TEKNO,mediasulutgo.com — Era kurir online manusia mulai memasuki titik rawan. Teknologi robot dan drone pengantar makanan otonom kini berkembang pesat dan diprediksi akan menggantikan peran pengemudi dalam beberapa tahun ke depan.
Laporan terbaru mengungkap, biaya pengiriman dengan teknologi otonom bisa ditekan hingga hanya sekitar US$1 atau setara Rp16 ribu per pesanan. Angka ini jauh lebih murah dibandingkan ongkos kirim berbasis tenaga manusia yang selama ini mendominasi industri.
Efisiensi tersebut tidak main-main. Penggunaan robot dan drone disebut mampu menghemat biaya hingga US$8–US$9 per pengantaran, membuka potensi keuntungan global hingga US$16 miliar per tahun.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Saat ini, biaya pengiriman otonom memang masih berada di kisaran US$5–US$7 per order. Namun angka itu sudah lebih rendah sekitar US$3–US$4 dibandingkan kurir manusia. Seiring meningkatnya skala dan kematangan teknologi, biaya tersebut diprediksi akan terus turun drastis.
Sejumlah raksasa platform mulai bergerak cepat. Implementasi robot trotoar dan drone menjadi langkah strategis untuk mempercepat transformasi industri pengantaran makanan global.
“Ini adalah pergeseran besar yang tak terhindarkan dalam model bisnis industri,” demikian pernyataan dalam laporan tersebut.
Meski begitu, penetrasi pengiriman otonom masih sangat kecil, di bawah 1 persen dari total pesanan global. Namun dalam beberapa tahun ke depan, angkanya diperkirakan meningkat menjadi 2 persen dan bisa melonjak hingga 10 persen pada 2035.
Perusahaan yang lebih dulu mengadopsi teknologi ini diprediksi akan meraup keuntungan besar. Sementara pemain lain masih berada di tahap uji coba, menunggu momentum untuk ikut masuk dalam arus otomatisasi.
Perubahan ini menjadi sinyal kuat bahwa industri pengantaran makanan sedang menuju era baru. Di tengah efisiensi yang meningkat, nasib kurir manusia kini berada di persimpangan.(**)









