Film Pesta Babi Gugat Pelepasan Tanah Adat Papua

Friday, 29 May 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WAMENA, Newsline.id – Upaya membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga tanah adat dan lingkungan terus dilakukan melalui kegiatan nonton bareng (nobar) dan diskusi film dokumenter Pesta Babi yang digelar di Wamena, Jumat, 29 Mei 2026.

Kegiatan ini merupakan penyelenggaraan kedua setelah sebelumnya dilaksanakan pada 15 Mei 2026. Acara tersebut menyasar kalangan pemuda serta para orang tua, khususnya kepala suku, untuk memperkuat pemahaman mengenai isu lingkungan dan hak-hak masyarakat adat di Papua.

Melalui film dokumenter tersebut, peserta diajak melihat berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat adat, terutama terkait ancaman terhadap tanah ulayat, kerusakan lingkungan, serta pentingnya mempertahankan hak atas wilayah adat dari berbagai kepentingan pihak luar.

Dalam diskusi yang berlangsung usai pemutaran film, penyelenggara menekankan sejumlah pesan penting kepada masyarakat. Di antaranya, agar tanah adat tidak diperjualbelikan kepada pihak luar, meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan bagi generasi mendatang, serta mendorong para kepala suku untuk lebih berhati-hati sebelum menandatangani dokumen pelepasan tanah adat tanpa memahami isi dan konsekuensi perjanjian secara menyeluruh.

Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk terus menjaga dan menghormati hak-hak masyarakat adat yang telah diwariskan secara turun-temurun.

“Alam adalah rumah kita. Karena itu tidak boleh dirusak ataupun diperjualbelikan. Generasi penerus memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga tanah dan lingkungan Papua agar tetap lestari,” ujar salah satu penyelenggara kegiatan.

Baca Juga  PENTINGNYA RUANG DIALOG DAN EKOSISTEM BUDAYA DALAM IMPLEMENTASI OTONOMI KHUSUS PAPUA PEGUNUNGAN

Melalui nobar dan diskusi tersebut, para peserta diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga tanah adat sebagai identitas dan sumber kehidupan masyarakat Papua, sekaligus memperkuat kesadaran kolektif untuk melindungi lingkungan bagi generasi yang akan datang.(*)

Penulis : Arwam Michella

Berita Terkait

HUT Bidan Indonesia Ke 75, Ikatan Bidan Jayawijaya Minta Perlindungan Keamanan Bagi Tenaga Bidan Dipedalaman
Kunjungan Wakil Gubernur provinsi Papua pegunungan mengukir kembali senyum anak anak diminimo pasca trauma konflik perang antar suku yang terjadi diwamena.
BERSAMA WAKIL GUBERNUR PAPUA PEGUNUNGAN SERUKAN DAMAI PASCA KONFLIK WAMENA
Kunjungan Wakil Gubernur Dr. Ones Pahabol, S.E., M.M kepada pengungsi di SMKs Yapesli Wamena.
Bentuk toleransi umat beragama Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)  menyerahkan bantuan kepada korban perang suku diwamena ‎ 
Sebagai bentuk resolusi konflik Tim Sar dan TNI membantu pencarian mayat tragedi jembatan uwe yang menewaskan 33 mayat diwamena.
MEMBANGUN GENERASI EMAS 2045 DI PAPUA PEGUNUNGAN ADALAH TANGGUNG JAWAB BERSAMA
Membangun budaya baru dengan 7 pilar menjadi motivasi ketua yayasan yapesli Papua Indonesia dalam acara kelulusan siswa-siswi SMKS parawisata
Berita ini 64 kali dibaca

Berita Terkait

Saturday, 27 June 2026 - 21:26 WITA

HUT Bidan Indonesia Ke 75, Ikatan Bidan Jayawijaya Minta Perlindungan Keamanan Bagi Tenaga Bidan Dipedalaman

Friday, 29 May 2026 - 05:27 WITA

Film Pesta Babi Gugat Pelepasan Tanah Adat Papua

Wednesday, 20 May 2026 - 21:36 WITA

Kunjungan Wakil Gubernur provinsi Papua pegunungan mengukir kembali senyum anak anak diminimo pasca trauma konflik perang antar suku yang terjadi diwamena.

Wednesday, 20 May 2026 - 20:40 WITA

BERSAMA WAKIL GUBERNUR PAPUA PEGUNUNGAN SERUKAN DAMAI PASCA KONFLIK WAMENA

Wednesday, 20 May 2026 - 18:52 WITA

Kunjungan Wakil Gubernur Dr. Ones Pahabol, S.E., M.M kepada pengungsi di SMKs Yapesli Wamena.

Berita Terbaru

Daerah

Pilot AMA Air Dievakuasi, TNI Terbangkan Jenazah ke Jakarta

Friday, 3 Jul 2026 - 15:37 WITA