Emil Salim: Begawan Lingkungan Hidup Indonesia

Tuesday, 10 June 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Emil Salim: Begawan Lingkungan Hidup Indonesia

Emil Salim: Begawan Lingkungan Hidup Indonesia

Jakarta, Newsline.id — Di tengah gemuruh pembangunan dan modernisasi, Indonesia patut berbangga memiliki sosok seperti Prof. Dr. Emil Salim, tokoh yang tidak hanya berpikir maju, tetapi juga berpikir dalam. Dalam usia 95 tahun, beliau tidak sekadar menjadi saksi perjalanan bangsa, tetapi juga pengarah, pengingat, dan penjaga nurani pembangunan Indonesia yang berkelanjutan.

Sebagaimana Prof. Dr. Sumitro Djojohadikusumo dijuluki Begawan Ekonomi, maka pantaslah Emil Salim dikenang dan dihormati sebagai Begawan Lingkungan Hidup. Pengabdiannya lintas generasi, lintas rezim, dan lintas bidang: dari teknokrasi, akademisi, keulamaan moral, hingga pemikiran ekoteologis.

Apa yang membuat Emil Salim istimewa?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bukan hanya karena ia menduduki kursi menteri selama empat periode masa Orde Baru, melainkan karena ia memelihara integritas, kejujuran, dan konsistensi yang membuatnya dipercaya oleh Presiden dari Soeharto hingga Prabowo. Dalam wawancaranya, beliau menegaskan prinsipnya yang sederhana namun langka: “Katakan putih di depan, dan tetap katakan putih di belakang.”

Baca Juga  Alat Peraga Edukatif Buatan Guru, Simbol Kemandirian dan Daya Cipta Pendidikan di Nusantara

Tak banyak tokoh yang berhasil menyatukan ekonomi, lingkungan, dan agama dalam satu kerangka berpikir yang utuh. Emil Salim berhasil menyusun gagasan ekoteologi, bahwa merawat lingkungan adalah bagian dari ibadah, tanggung jawab terhadap Allah, sesama manusia, dan alam semesta. Ia menghidupkan semangat Al-Qur’an dalam konteks keberlanjutan hidup dan keseimbangan ekosistem.

Pemikiran-pemikirannya tentang pembangunan berkelanjutan menjadi tonggak penting untuk menjembatani kepentingan ekonomi dan kelestarian lingkungan. Ia menyadari betul bahwa kemajuan yang hanya mengejar angka PDB tanpa memperhatikan keseimbangan ekologis dan keadilan sosial akan berakhir pada kehancuran.

Lebih dari itu, peranannya dalam membentuk Yayasan KEHATI, serta partisipasinya dalam KTT Bumi 1992, membuktikan bahwa pemikirannya diterima tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di forum internasional. Ia menjadi jembatan antara Indonesia dan dunia dalam urusan lingkungan.

Baca Juga  Pemerintah Ambil Langkah Cepat Redam Gejolak Pasar di Tengah Gelombang Protes

Kepemimpinannya adalah teladan: jujur, bersih, dan berwibawa. Keikutsertaannya dalam study club bersama Bung Hatta menorehkan pengaruh mendalam pada gaya berpikirnya—logis, beretika, dan demokratis. Emil Salim adalah hasil dari tradisi intelektual yang kuat, dan sekaligus penjaga nilai-nilai luhur bangsa.

Kini, saat beliau memasuki usia ke-95 tahun, pikirannya tetap jernih, suaranya tetap kuat menyuarakan peringatan: “Alam tidak boleh dikeruk terus-menerus karena alam akan melakukan perlawanan dengan melahirkan bencana.” Pesan ini sangat relevan ketika bencana ekologis terus mengancam akibat kerakusan manusia.

Penutup

Bangsa ini berutang budi pada Emil Salim—bukan hanya karena jabatannya, tetapi karena keteladanan hidupnya. Emil Salim adalah teladan teknokrat berjiwa patriot, cendekiawan berjiwa rohaniah, dan pejabat yang tak tergoda kuasa dan korupsi. Ia bukan sekadar tokoh masa lalu, tetapi kompas moral masa kini dan masa depan.

Baca Juga  Menteri Trenggono Kerahkan KP. Orca 05 Bantu Warga Pulau Enggano

Selamat ulang tahun ke-95, Prof. Dr. Emil Salim. Semoga Allah Swt terus menjaga kesehatan dan keberkahan hidup Bapak. Indonesia masih butuh suara jernih, teguh, dan bijak seperti Emil Salim. (**)

Sumber : Kementerian Agama RI

Berita Terkait

Mayoritas Pengprov Melawan: La Nyalla Diminta Mundur dari PBMI
Geger Bansos Mei 2026, Ribuan Nama Dicoret dan Diganti Penerima Baru
Film Pesta Babi Viral, Publik Ramai Cari Link Nonton
Ribuan Lowongan Mitra BPS Dibuka, Warga Berebut Peluang Sensus 2026
Sering Fotokopi KTP? Pemerintah Mulai Soroti Risiko Penyalahgunaan Data
Harga Asli Pertalite Disebut Rp16 Ribu, Publik Mulai Pertanyakan Subsidi BBM
Potongan Tarif Ojol Ditargetkan Turun Juni 2026, Prabowo Minta di Bawah 10 Persen
470 Ribu Warga Mendadak Masuk Daftar Bansos, Kemensos Bongkar Penyebabnya
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Saturday, 16 May 2026 - 10:59 WITA

Mayoritas Pengprov Melawan: La Nyalla Diminta Mundur dari PBMI

Friday, 15 May 2026 - 20:33 WITA

Geger Bansos Mei 2026, Ribuan Nama Dicoret dan Diganti Penerima Baru

Friday, 15 May 2026 - 16:58 WITA

Film Pesta Babi Viral, Publik Ramai Cari Link Nonton

Monday, 11 May 2026 - 10:07 WITA

Ribuan Lowongan Mitra BPS Dibuka, Warga Berebut Peluang Sensus 2026

Sunday, 10 May 2026 - 18:50 WITA

Sering Fotokopi KTP? Pemerintah Mulai Soroti Risiko Penyalahgunaan Data

Berita Terbaru

Jakarta

Mayoritas Pengprov Melawan: La Nyalla Diminta Mundur dari PBMI

Saturday, 16 May 2026 - 10:59 WITA

Film Pesta Babi

Jakarta

Film Pesta Babi Viral, Publik Ramai Cari Link Nonton

Friday, 15 May 2026 - 16:58 WITA