Newsline.id — Sebuah nama baru sedang mencuri perhatian di kancah olahraga bela diri internasional: Bilal Hasan, petarung MMA berdarah Indonesia yang saat ini sedang bersinar di Amerika Serikat. Sosok ini menjadi viral bukan hanya karena rekor kemenangannya yang sempurna, tetapi juga karena aksi panggungnya yang penuh gaya dan kebanggaan akan identitas asal-usulnya.
Bilal, atau yang akrab dijuluki “Billy The Indoninja,” lahir di Oahu, Hawaii, dari orang tua keturunan Jakarta. Sejak kecil, ia telah menekuni seni bela diri, memulai dari taekwondo hingga akhirnya masuk ke dunia MMA profesional. Kini ia bertarung di Cage Fury Fighting Championship (CFFC)—salah satu promotor MMA terbesar di Amerika, yang dikenal sebagai jalur masuk ke ajang UFC.
Pada pertarungan terakhirnya di bulan Juni 2025, Bilal mencuri perhatian dunia setelah menang TKO di ronde keempat atas lawannya, Jason Eastman. Namun, bukan cuma kemenangan itu yang menjadi sorotan, melainkan momen ketika ia mengibarkan bendera Merah Putih dan berteriak lantang, “Aing still kasep!” di tengah sorak penonton. Ungkapan dalam bahasa Sunda itu, yang berarti “Gue tetap ganteng,” sontak viral di Indonesia dan menjadi simbol keberanian dan kebanggaan budaya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bilal bukan hanya atlet biasa. Ia punya karakter kuat, percaya diri tinggi, dan misi yang besar: membawa nama Indonesia ke panggung dunia. Dalam beberapa wawancara, ia mengaku ingin menjadi inspirasi bagi anak-anak muda Indonesia yang bermimpi besar. Ia juga menyebut dirinya sebagai “Manny Pacquiao-nya Indonesia,” merujuk pada tekadnya untuk menjadi legenda dari Asia Tenggara.
Dengan rekor 7 kemenangan tanpa kalah, gaya bertarung cepat dan agresif, serta persona panggung yang karismatik, Bilal Hasan perlahan-lahan membuktikan bahwa ia bukan sekadar viral sesaat. Ia adalah simbol dari semangat diaspora yang membawa nama Indonesia lebih jauh, tanpa kehilangan jati dirinya.
Saat ini, Bilal sedang bersiap untuk panggung yang lebih besar: Ultimate Fighting Championship (UFC). Dengan dukungan fans Indonesia dan keberanian untuk tampil autentik, ia punya potensi untuk jadi ikon baru bela diri campuran asal Nusantara. Mungkin saja, tak lama lagi, dunia akan mengenal Indonesia bukan hanya dari bulutangkis atau sepak bola—tapi juga dari oktagon. (*******)








