Siapkah Indonesia Menghapus Mobil Bensin pada 2035?

Sunday, 10 August 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Istimewa

Foto : Istimewa

Newsline.id — Target ambisius telah ditetapkan: pemerintah Indonesia berencana menghentikan penjualan mobil berbahan bakar bensin pada tahun 2035, sebagai bagian dari komitmen menuju net zero emission pada 2060. Tapi muncul pertanyaan besar di tengah masyarakat dan pelaku industri otomotif: apakah kita benar-benar siap?

Langkah-Langkah Awal Sudah Dimulai

Pemerintah sudah mulai membuka jalan. Melalui Perpres No. 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik, Indonesia mendorong percepatan penggunaan kendaraan listrik berbasis baterai (KBLBB). Produsen otomotif global seperti Hyundai, Wuling, hingga BYD telah membangun pabrik atau mengekspansi pasar EV mereka di Tanah Air. Bahkan, produksi baterai dalam negeri pun mulai dikembangkan melalui kolaborasi BUMN dan investor asing.

Namun, target 2035 bukan hanya soal suplai mobil listrik. Ini menyangkut seluruh ekosistem: infrastruktur, regulasi, kesiapan konsumen, dan harga yang terjangkau.

Tantangan Besar: Infrastruktur Masih Belum Merata

Salah satu tantangan utama adalah infrastruktur pengisian daya. Hingga 2025, SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) masih terkonsentrasi di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bali. Di luar itu? Masih sangat terbatas. Bayangkan jika seluruh mobil bensin harus diganti, tapi akses ke charger publik belum tersedia merata — terutama di wilayah Indonesia bagian timur.

Harga dan Daya Beli: EV Masih Barang Mewah bagi Banyak Orang

Meski harga EV terus turun secara global, di Indonesia, mobil listrik masih tergolong mahal bagi mayoritas masyarakat. Subsidi dan insentif fiskal dari pemerintah memang membantu, tapi belum cukup signifikan untuk menjadikan EV sebagai pilihan utama kalangan menengah ke bawah — kelompok yang saat ini menjadi pengguna terbesar kendaraan bermotor.

Baca Juga  SUV Terbaru 2025: Deretan Mobil Gagah dengan Teknologi Terkini

Industri Otomotif Lokal: Siap atau Terpaksa?

Sektor otomotif dalam negeri masih didominasi mobil bermesin konvensional. Pabrikan besar seperti Toyota, Honda, dan Mitsubishi memang mulai memperkenalkan varian EV atau hybrid, tapi sebagian besar dari mereka juga masih sangat bergantung pada penjualan mobil bensin.

Jika peralihan dilakukan terlalu cepat tanpa strategi transisi yang matang, industri dalam negeri bisa terpukul, termasuk jutaan pekerja di sektor manufaktur, distribusi, dan bengkel konvensional.

Ada Kemajuan, Tapi Butuh Akselerasi

Indonesia telah menunjukkan kemajuan dalam mempercepat adopsi EV:

  • Pajak kendaraan EV lebih rendah

  • Bebas ganjil genap di beberapa kota

  • Percepatan konversi motor bensin ke listrik

  • Keterlibatan swasta dalam membangun ekosistem baterai

Baca Juga  Balap Mobil Listrik, Sensasi Baru di Dunia Motorsport

Namun, semuanya masih dalam fase awal. Target 2035 hanya 10 tahun lagi. Artinya, waktu kita tidak banyak, sementara pekerjaan rumah masih besar.

Siap Secara Niat, Belum Sepenuhnya Siap Secara Sistem

Menghapus mobil bensin pada 2035 bukan hal mustahil, tapi belum sepenuhnya realistis jika dilihat dari kondisi saat ini. Perlu roadmap yang lebih konkret, insentif yang menyentuh semua kalangan, dan investasi infrastruktur yang masif — tidak hanya di kota besar, tapi juga ke daerah-daerah terpencil.

Indonesia sudah menuju ke arah yang benar. Tapi untuk benar-benar siap pada 2035, kita perlu berlari, bukan hanya berjalan.(******)

Berita Terkait

Mengenal Sistem Turbocharger: Cara Kerja dan Manfaatnya
Tips Merawat Motor Injeksi Agar Tetap Irit dan Responsif
Kesalahan Umum Pengendara Mobil Baru dan Cara Menghindarinya
Cara Merawat Motor Matic agar Tetap Bertenaga dan Irit BBM
Apa Itu Horsepower dan Torsi? Ini Perbedaannya dalam Performa Mobil
Perlukah Menggunakan Bahan Bakar Oktan Tinggi? Ini Penjelasannya
Apa Itu ECU Tuning? Berikut Manfaat dan Risikonya
Panduan Memilih Kampas Rem Berkualitas untuk Mobil Anda
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Sunday, 30 November 2025 - 04:15 WITA

Mengenal Sistem Turbocharger: Cara Kerja dan Manfaatnya

Sunday, 30 November 2025 - 03:33 WITA

Tips Merawat Motor Injeksi Agar Tetap Irit dan Responsif

Sunday, 30 November 2025 - 03:08 WITA

Kesalahan Umum Pengendara Mobil Baru dan Cara Menghindarinya

Friday, 28 November 2025 - 19:13 WITA

Cara Merawat Motor Matic agar Tetap Bertenaga dan Irit BBM

Friday, 28 November 2025 - 18:52 WITA

Apa Itu Horsepower dan Torsi? Ini Perbedaannya dalam Performa Mobil

Berita Terbaru

Dompu

13 Sekolah di Dompu Belum Kembalikan Temuan BPK Dana BOS 2025

Thursday, 30 Apr 2026 - 14:00 WITA

Dompu

BPK Temukan Dugaan Penyimpangan Dana BOS di 13 Sekolah Dompu

Thursday, 30 Apr 2026 - 13:51 WITA

HUKRIM

Pasien Rawat Inap Tewas di Kamar Mandi RS Bunda

Tuesday, 28 Apr 2026 - 20:26 WITA

Jakarta

Nadim Farell Terpilih, Era Baru Muaythai Dimulai

Monday, 27 Apr 2026 - 09:57 WITA

Jakarta

Zeus Sports Club Jadi Magnet Padel di PIK 2

Monday, 27 Apr 2026 - 09:52 WITA