Pemerintah Ingatkan Poin Penting Perjanjian PPPK Paruh Waktu yang Wajib Dipahami

Wednesday, 22 October 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, newsline.id – Pemerintah melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) mengingatkan kembali sejumlah poin penting dalam perjanjian kerja bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu yang wajib dipahami oleh para calon maupun pegawai aktif.

Kebijakan ini menjadi perhatian setelah sejumlah instansi mulai membuka rekrutmen PPPK paruh waktu guna memenuhi kebutuhan tenaga profesional dengan sistem kerja fleksibel. Meski berstatus aparatur sipil negara (ASN), PPPK paruh waktu memiliki ketentuan yang berbeda dibanding pegawai penuh waktu.

Menurut keterangan Kementerian PANRB, PPPK paruh waktu tetap berstatus ASN namun dengan durasi dan beban kerja lebih ringan. Masa perjanjian kerja ditetapkan dalam kontrak, umumnya berlangsung satu hingga lima tahun dan dapat diperpanjang berdasarkan evaluasi kinerja serta kebutuhan instansi.

Terkait hak dan kesejahteraan, PPPK paruh waktu tetap memperoleh gaji dan tunjangan secara proporsional sesuai jam kerja dan jabatan. Selain itu, pegawai juga berhak atas perlindungan jaminan sosial, termasuk BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Namun, mereka tidak menerima pensiun sebagaimana PNS, melainkan dapat mengikuti program jaminan hari tua.

Kementerian PANRB juga menegaskan pentingnya disiplin dan integritas dalam pelaksanaan tugas. Penilaian kinerja menjadi aspek utama untuk menentukan perpanjangan kontrak, sedangkan pelanggaran disiplin atau tidak tercapainya target kerja dapat berakibat pada pemutusan perjanjian.

Selain itu, PPPK paruh waktu tetap terikat pada kode etik ASN, termasuk larangan berpolitik praktis, menerima gratifikasi, serta kewajiban menjaga netralitas dan profesionalitas di lingkungan kerja. Instansi pemerintah pun diwajibkan memberikan kesempatan peningkatan kompetensi bagi pegawai paruh waktu melalui pelatihan atau sertifikasi sesuai bidangnya.

Baca Juga  Pemerintah Ingin Lebih Banyak Konten Lokal Tayang di Netflix

Kebijakan PPPK paruh waktu ini diharapkan menjadi solusi untuk memperkuat pelayanan publik, terutama di sektor-sektor yang membutuhkan tenaga ahli dengan sistem kerja lebih efisien dan adaptif. Pemerintah menegaskan, pemahaman terhadap isi perjanjian kerja menjadi kunci agar hubungan kerja berjalan transparan dan adil bagi kedua belah pihak.

Berita Terkait

SPMB Jakarta 2026 Dibuka, Ribuan Siswa Berebut 7.708 Kursi Sekolah Gratis
Hanya 2 Tanggal Merah, Ini Jadwal Libur Juni
Kebakaran Hebat Landa Pasar Jiung Kemayoran, Api Hanguskan Kios dan Permukiman Warga
SIM Fisik Mulai Ditinggal, SIM Digital Kini Sah Dipakai
RUU HAM Dinilai Ancam Independensi Komnas HAM
CV dan PT Kena Dampak, Tarif Pajak UMKM 0,5% Dipangkas
Luhut Bongkar Sikap Investor Asing, Pasar Modal RI Masih Diragukan
Shopee Dipanggil Kemendag, Ribuan Aduan Konsumen Jadi Sorotan
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Tuesday, 2 June 2026 - 13:51 WITA

SPMB Jakarta 2026 Dibuka, Ribuan Siswa Berebut 7.708 Kursi Sekolah Gratis

Tuesday, 2 June 2026 - 07:35 WITA

Hanya 2 Tanggal Merah, Ini Jadwal Libur Juni

Tuesday, 2 June 2026 - 00:21 WITA

Kebakaran Hebat Landa Pasar Jiung Kemayoran, Api Hanguskan Kios dan Permukiman Warga

Sunday, 31 May 2026 - 14:20 WITA

SIM Fisik Mulai Ditinggal, SIM Digital Kini Sah Dipakai

Saturday, 30 May 2026 - 22:47 WITA

RUU HAM Dinilai Ancam Independensi Komnas HAM

Berita Terbaru

Ilustrasi

Pendidikan

PIP 2026 Cair! Cek NIK-NISN, Dapat Rp1 Juta

Tuesday, 2 Jun 2026 - 17:56 WITA