Gorontalo, newsline.id — Sementara itu, Kepala BKK Kelas 1 Gorontalo Suprapto menyampaikan bahwa institusinya telah mengusulkan diri sebagai kandidat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), namun belum berhasil di tahun ini. Meski demikian, pihaknya terus melakukan evaluasi dan peningkatan.
“Kami sudah mengikuti proses pengusulan, tapi belum berhasil meraih WBBM tahun ini. Namun kami tidak berhenti, justru kami jadikan ini pemacu untuk lebih baik,” ujarnya.
Suprapto menjelaskan bahwa tahun ini BKK Gorontalo juga menjadi finalis Kelompok Replikasi Kategori Transformasi Digital Pelayanan Publik KIPP 2025 melalui inovasi fitur ‘Layito’ (layanan vaksinasi internasional) dalam aplikasi SI BINTHE (Sistem Berbasis Informasi Terintegrasi Health Quarantine).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Untuk mendukung pencapaian WBBM pada tahun mendatang, BKK telah menyusun rencana aksi percepatan yang terukur per triwulan. Fokus utama mencakup:
- Meningkatkan capaian Survei Persepsi Anti Korupsi (SPAK) dan Survei Persepsi Kualitas Pelayanan (SPKP) agar melampaui ambang batas minimal WBBM.
- Tindak lanjut hasil pengawasan (TLHP) 100% tepat waktu, dengan bukti verifikasi yang lengkap.
- Penguatan budaya kerja berbasis nilai BerAKHLAK dan pelayanan prima agar inovasi memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
- Peningkatan partisipasi eksternal, termasuk masukan dari stakeholder dalam pemantauan layanan.
- Simulasi penilaian mandiri untuk mengidentifikasi celah sebelum evaluasi resmi.
Inovasi lainnya seperti Publikasi Data Kinerja Tahunan (PDKT), Absensi Online (ABON), dan pengembangan SI BINTHE terus dikembangkan sebagai wujud komitmen perbaikan berkelanjutan.
“Target WBBM bukan semata soal predikat, tapi tentang bagaimana kami terus meningkatkan pelayanan bagi masyarakat,” tutup Suprapto. (****)






