Ketika 3I/ATLAS Melewati Matahari: Kisah Komet Antarbintang yang Berbeda

Thursday, 30 October 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Istimewa

Foto : Istimewa

newsline.id — Fenomena luar angkasa kembali mencuri perhatian para astronom dunia. Setelah kedatangan dua objek antarbintang sebelumnya — ‘Oumuamua pada 2017 dan 2I/Borisov pada 2019 — kini giliran komet 3I/ATLAS yang menjadi sorotan. Objek ini dikonfirmasi sebagai pengunjung ketiga yang datang dari luar tata surya, membawa serta misteri baru tentang alam semesta.

Asal-usul dari Antarbintang

Komet 3I/ATLAS pertama kali terdeteksi oleh sistem Asteroid Terrestrial-impact Last Alert System (ATLAS) di Hawaii pada awal 2025. Berdasarkan analisis orbitnya, para astronom memastikan bahwa komet ini berasal dari luar sistem tata surya — melintasi ruang antarbintang dengan kecepatan tinggi dan lintasan hiperbolik, tanda khas pengunjung kosmik yang tidak terikat gravitasi Matahari.

Baca Juga  Menyusuri Jalan Baru: Bus Listrik AKAP Pertama Resmi Meluncur di Rute Yogyakarta–Bekasi

Komet ini diduga membawa material kuno dari wilayah antar bintang yang belum pernah terpapar radiasi Matahari sebelumnya. Dengan demikian, setiap partikel debu dan es yang dikandungnya bisa menjadi kunci untuk memahami kondisi awal pembentukan sistem planet di galaksi lain.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Melewati Matahari dengan Aman

Saat 3I/ATLAS mendekati perihelion — titik terdekatnya dengan Matahari — para peneliti memantau perilakunya melalui berbagai teleskop, termasuk James Webb Space Telescope (JWST) dan jaringan observatorium berbasis darat. Berbeda dari komet Borisov yang cenderung stabil, 3I/ATLAS menunjukkan aktivitas yang tidak biasa: perubahan intensitas cahaya yang fluktuatif dan ekor yang tampak terbelah.

Baca Juga  Garuda Latihan di Bali: Timnas Indonesia Panaskan Mesin Jelang Duel Kontra China dan Jepang

Namun, meski mendekati Matahari, komet ini tidak hancur seperti yang sempat dikhawatirkan. Justru, data spektrum menunjukkan bahwa 3I/ATLAS memiliki komposisi es dan debu yang lebih padat dibanding kebanyakan komet lokal. Hal ini memperkuat dugaan bahwa ia terbentuk di lingkungan antarbintang dengan suhu yang jauh lebih rendah.

Jendela Baru bagi Ilmu Astronomi

Kedatangan 3I/ATLAS memberi kesempatan langka bagi ilmuwan untuk meneliti bahan mentah dari luar tata surya tanpa perlu misi antariksa jarak jauh. Setiap detil dari komet ini — mulai dari komposisi kimia, bentuk orbit, hingga laju penguapan — menyimpan petunjuk tentang proses evolusi planet di sistem bintang lain.

Baca Juga  Menkes: Kusta Bukan Kutukan, Jangan Takut Lapor

Banyak ahli berharap pengamatan lanjutan terhadap 3I/ATLAS dapat membantu menjawab pertanyaan besar: apakah sistem planet lain di galaksi kita memiliki komposisi serupa dengan Tata Surya, atau justru sama sekali berbeda?

Komet 3I/ATLAS mungkin hanya akan singgah sebentar sebelum kembali ke kegelapan antarbintang, namun jejaknya akan meninggalkan warisan pengetahuan baru. Setiap pengunjung seperti ini mengingatkan kita bahwa tata surya hanyalah satu titik kecil di lautan luas kosmos — dan setiap kedatangannya membuka bab baru dalam kisah panjang pencarian asal-usul kehidupan di alam semesta. (**)

Berita Terkait

Harga BBM Nonsubsidi Naik Tajam, Pertamax Turbo Tembus Rp19.400
Duka Mendalam, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Tutup Usia
68 Ribu Ikan Sapu-Sapu Ditangkap di Jakarta
Bansos PKH BPNT April 2026 Cair, Ini Nominalnya
ADRO Buyback Saham Rp5 Triliun 2026
Pembangunan Polresta IKN Dimulai, Target Rampung 2027
Umat Katolik di Cancar, Adakan Seribu Lilin Untuk Perdamaian Dunia
IBM Berkelanjutan 2026 Diluncurkan, Badan Narkotika Nasional Kabupaten Kendal Perkuat Rehabilitasi Berbasis Masyarakat
Berita ini 84 kali dibaca

Berita Terkait

Saturday, 18 April 2026 - 11:53 WITA

Harga BBM Nonsubsidi Naik Tajam, Pertamax Turbo Tembus Rp19.400

Saturday, 18 April 2026 - 10:57 WITA

Duka Mendalam, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Tutup Usia

Friday, 17 April 2026 - 23:54 WITA

68 Ribu Ikan Sapu-Sapu Ditangkap di Jakarta

Friday, 17 April 2026 - 15:57 WITA

ADRO Buyback Saham Rp5 Triliun 2026

Tuesday, 14 April 2026 - 20:55 WITA

Pembangunan Polresta IKN Dimulai, Target Rampung 2027

Berita Terbaru

Illustrasi

Jakarta

Harga BBM Nonsubsidi Naik Tajam, Pertamax Turbo Tembus Rp19.400

Saturday, 18 Apr 2026 - 11:53 WITA

Jakarta

Duka Mendalam, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Tutup Usia

Saturday, 18 Apr 2026 - 10:57 WITA

68 Ribu Ikan Sapu-Sapu Ditangkap di Jakarta (Foto: Istimewah)

Jakarta

68 Ribu Ikan Sapu-Sapu Ditangkap di Jakarta

Friday, 17 Apr 2026 - 23:54 WITA

Illustrasi

INTERNASIONAL

Bonus Bayi 2026 Cair, Keluarga Dapat Rp17 Juta

Friday, 17 Apr 2026 - 21:29 WITA

Lokasi Jatuhnya Helikopter PK-CFX (Foto: Istimewah)

Pontianak

Helikopter Jatuh di Kalbar, Semua Penumpang Tewas

Friday, 17 Apr 2026 - 17:38 WITA