Kecanduan Digital hingga Etika AI: Saat Teknologi Bergerak Lebih Cepat dari Regulasi

Wednesday, 30 July 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Istimewa

Foto : Istimewa

Newsline.id – Dunia kini berada di era di mana teknologi berkembang dalam kecepatan yang nyaris tak terbendung. Artificial Intelligence (AI), media sosial, game online, dan algoritma yang mengatur hampir semua aspek digital membuat hidup manusia lebih terhubung—namun sekaligus lebih rentan.

Masalahnya, kecepatan inovasi ini tidak selalu diimbangi dengan regulasi yang tepat. Akibatnya, muncul berbagai tantangan baru, mulai dari kecanduan digital di kalangan remaja hingga krisis etika dalam penggunaan AI di sektor pendidikan, hukum, dan kesehatan.

Media sosial, game, dan video pendek membuat otak pengguna terus mencari stimulus baru. Anak-anak dan remaja menjadi kelompok paling rentan.

“Platform seperti TikTok dan Instagram dirancang untuk mempertahankan atensi selama mungkin. Ini bukan sekadar hiburan—ini adalah bisnis atensi,” kata Rina Siregar, psikolog klinis anak dan remaja.

Fenomena doomscrolling, FOMO (fear of missing out), dan berkurangnya fokus jadi masalah nyata. Sayangnya, regulasi penggunaan digital di usia dini masih bersifat longgar dan minim pengawasan.

AI kini tidak hanya menjawab pertanyaan, tetapi juga terlibat dalam pengambilan keputusan—dari rekrutmen karyawan hingga sistem peradilan.

“Pertanyaannya bukan apakah AI bisa melakukan sesuatu, tapi apakah seharusnya,” ujar Bagas Widyatama, peneliti etika teknologi di LIPI.

Kasus diskriminasi algoritma, deepfake yang merusak reputasi, serta kurangnya transparansi dalam sistem AI membuat dunia menghadapi krisis etika baru. Tanpa panduan yang jelas, AI bisa disalahgunakan dengan dampak serius bagi masyarakat.

Baca Juga  Smart Home: Cara Kerja dan Perangkat yang Wajib Dimiliki

Negara-negara maju mulai menyusun kerangka hukum untuk mengatur teknologi, seperti EU AI Act di Eropa. Namun di banyak negara, termasuk Indonesia, kebijakan hukum masih belum sejalan dengan kecepatan inovasi teknologi.

“Kita butuh regulasi yang agile—yang bisa menyesuaikan dengan perubahan teknologi, bukan yang kaku dan selalu terlambat,” tegas Bagas.

Solusi tidak bisa hanya datang dari pemerintah atau perusahaan. Pengguna juga perlu literasi digital yang lebih kuat: tahu kapan harus berhenti, tahu apa yang dibagikan, dan sadar bagaimana teknologi memengaruhi hidup mereka.

Teknologi bisa menjadi alat kemajuan, atau sebaliknya—alat kendali dan eksploitasi.
Saat inovasi melaju tanpa etika dan hukum yang memadai, siapa yang benar-benar mengendalikan masa depan kita? (*****)

Baca Juga  AI vs Manusia: Siapa yang Akan Menguasai Dunia Kerja di Masa Depan

Berita Terkait

IAKN Tarutung Gelar Pelatihan AI untuk Tingkatkan Produktivitas dan Kreativitas Mahasiswa
Teknologi Kamera Mobile yang Semakin Canggih: Apa Bedanya?
Perbandingan HP Flagship: Mana yang Paling Powerful di 2025?
Tren Game Online 2025: Apa yang Paling Banyak Dimainkan?
Bahaya Phishing di Internet dan Cara Menghindarinya
5 Smartphone Terbaru yang Paling Worth It Dibeli Tahun Ini
Tren Teknologi Masa Depan yang Diprediksi Akan Menguasai Pasar
Cara AI Mengubah Cara Kita Bekerja di Tahun 2025
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 3 December 2025 - 10:43 WITA

IAKN Tarutung Gelar Pelatihan AI untuk Tingkatkan Produktivitas dan Kreativitas Mahasiswa

Tuesday, 2 December 2025 - 16:21 WITA

Teknologi Kamera Mobile yang Semakin Canggih: Apa Bedanya?

Tuesday, 2 December 2025 - 16:02 WITA

Perbandingan HP Flagship: Mana yang Paling Powerful di 2025?

Tuesday, 2 December 2025 - 15:35 WITA

Tren Game Online 2025: Apa yang Paling Banyak Dimainkan?

Tuesday, 2 December 2025 - 03:52 WITA

Bahaya Phishing di Internet dan Cara Menghindarinya

Berita Terbaru

Screenshot

Pemerintahan

DPR Ingatkan Bahaya Narkoba, Anggaran BNN Dinilai Terlalu Kecil

Wednesday, 4 Feb 2026 - 14:24 WITA

Hukum

KPU Akan Rapat Tindak Lanjuti Putusan KIP soal Ijazah Jokowi

Thursday, 15 Jan 2026 - 11:13 WITA