Limboto, Newsline.id – Udara siang itu cukup teduh, meski mentari akhir Juni tetap bersinar hangat di atas halaman Rumah Dinas Bupati Gorontalo. Di balik dinding putih bangunan bergaya tropis itu, aroma masakan khas Gorontalo menyeruak, menyambut tamu istimewa yang baru saja tiba, Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, Silmy Karim.
Dalam balutan suasana penuh keakraban, jamuan makan siang disiapkan dengan rapi. Tidak hanya sekadar menyantap hidangan, siang itu menjadi ruang berbagi cerita, membangun hubungan, dan mempererat silaturahmi antara pemerintah pusat dan daerah.
Bupati Gorontalo, Hi. Sofyan Puhi, menyambut langsung kedatangan Silmy Karim bersama jajaran pejabat kabupaten Gorontalo. Hadir pula Penjabat Sekretaris Daerah, Kajari Kabupaten Gorontalo, Kapolres, Kaban Kesbangpol, Kabag Protokol, hingga Kabag Hukum. Mereka berkumpul bukan hanya sebagai pejabat, tetapi sebagai tuan rumah yang hangat kepada seorang tamu penting.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami merasa terhormat atas kunjungan ini,” ucap Bupati Sofyan sembari tersenyum, “semoga sinergi antara pemerintah daerah dan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI terus terbangun, khususnya dalam hal pelayanan keimigrasian dan pembinaan pemasyarakatan di daerah,” ungkap Bupati Sofyan.
Tak sekadar basa-basi, momen santai ini justru menghadirkan diskusi ringan namun bermakna. Di sela senda gurau dan hidangan lokal, dibicarakan pula isu-isu pembangunan dan kebijakan nasional yang dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat Gorontalo.
Silmy Karim pun membalas dengan nada tulus. Ia mengapresiasi sambutan hangat dan keterbukaan Bupati serta jajaran. “Jamuan seperti ini bukan hanya soal sajian, tetapi tentang membangun rasa percaya, menjalin kerja sama yang lebih kuat untuk kebaikan masyarakat,” ujarnya.
Jamuan itu selesai beberapa saat sebelum azan Zuhur berkumandang. Namun hangatnya suasana dan percakapan yang terjadi di meja makan itu mungkin akan menjadi fondasi penting bagi langkah-langkah strategis ke depan—dalam bidang keimigrasian, pemasyarakatan, dan tentu saja, hubungan antarlembaga.(*)








