MANDALIKA, newsline.id — Pertarungan sengit antara Marco Bezzecchi dan Marc Márquez menjadi momen paling menegangkan di MotoGP Mandalika 2025, Minggu (5/10/2025). Sejak lap awal, kedua pembalap papan atas ini saling salip, menegangkan ribuan penonton yang memadati Sirkuit Mandalika.
Bezzecchi, yang start dari posisi terdepan, tampil agresif. Márquez, yang sudah memastikan gelar juara dunia musim ini, tak mau kalah dan terus menempel ketat. Duel panas tak terelakkan hingga lap-lap terakhir.
“Marc luar biasa cepat di tikungan, tapi saya tahu peluang hanya ada di sektor tiga. Saya ambil risiko — dan itu berhasil,” ujar Bezzecchi usai balapan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Momen krusial terjadi tiga lap sebelum finis, saat Bezzecchi melakukan overtaking berani di tikungan 16. Sorakan penonton tribun barat pecah seketika. Márquez sempat mencoba membalas, namun lintasan panas dan kondisi ban membuatnya gagal menyalip kembali.
“Saya menikmati pertarungan ini. Mandalika selalu spesial — penontonnya luar biasa,” kata Márquez kepada media.
Balapan digelar di bawah suhu 36°C, membuat fisik dan fokus pembalap benar-benar diuji. Bezzecchi mengakui Mandalika adalah salah satu trek paling berat musim ini. Sirkuit Mandalika tetap menuai pujian karena berhasil menggelar balapan spektakuler tanpa insiden besar.
Panitia mencatat jumlah penonton mencapai lebih dari 140 ribu orang, rekor tertinggi sejak Mandalika menjadi tuan rumah MotoGP. Sorak dan kibaran bendera merah putih terlihat di setiap sudut tribun, menegaskan atmosfer meriah ajang ini.
“Suasananya luar biasa. Kami bangga jadi tuan rumah balapan kelas dunia,” ujar seorang penonton dari Sulawesi Utara.
Meski kalah tipis, Márquez tetap kokoh di puncak klasemen MotoGP 2025. Bezzecchi memperkuat posisinya di tiga besar, menunjukkan Aprilia masih menjadi ancaman serius bagi dominasi Ducati.(*)









