JAYAWIJAYA,newsline.id – Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, resmi membuka Rapat Paripurna Masa Sidang I Tahun 2026. Pembukaan yang digelar di Aula Kantor DPRK Jayawijaya, Senin (23/2/2026), menandai dimulainya rangkaian agenda strategis legislatif sepanjang awal tahun ini.
Ketua DPRK Jayawijaya, Luki Wuka, menegaskan bahwa masa sidang tersebut menjadi wujud pelaksanaan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, terutama dalam penguatan fungsi legislasi dan pengawasan.
“Salah satu fokus utama kami adalah penyusunan Rancangan Peraturan Daerah inisiatif DPRK. Ini penting untuk menjawab kebutuhan daerah dan menyesuaikan dinamika pembangunan,” ujar Luki dalam sambutannya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan, pembahasan Raperda inisiatif dilakukan setelah adanya kesepakatan bersama pemerintah daerah terkait perubahan program pembentukan peraturan daerah. Selain itu, DPRK juga menaruh perhatian besar pada pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tahun Anggaran 2025.
“LKPJ adalah agenda wajib karena mencerminkan kinerja penyelenggaraan pemerintahan. Kami berharap laporan tersebut segera diserahkan, paling lambat akhir bulan ini, agar dapat dibahas sesuai ketentuan,” tegasnya.
Setelah dokumen LKPJ diterima, DPRK melalui masing-masing komisi akan menggelar rapat dengar pendapat untuk mengkaji capaian program, kinerja perangkat daerah, serta realisasi anggaran.
Dalam kesempatan itu, Luki Wuka juga menekankan bahwa DPRK dan pemerintah daerah merupakan mitra sejajar yang harus saling mendukung demi terwujudnya tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.
Ia turut menyoroti situasi keamanan di Kabupaten Jayawijaya, khususnya potensi meningkatnya tindak kriminal akibat berkurangnya intensitas patroli aparat. DPRK meminta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah segera merumuskan langkah konkret untuk menjaga stabilitas keamanan.
“Kami mengajak seluruh masyarakat, khususnya warga Wamena, untuk ikut menjaga ketertiban dan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu gangguan keamanan,” katanya.
Menutup sambutannya, Luki mengajak seluruh unsur pemerintahan dan pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi dalam menjalankan tugas masing-masing.
“Mari kita bergandeng tangan mewujudkan pemerintahan yang efektif, akuntabel, dan berpihak pada kemajuan Jayawijaya,” pungkasnya.(*)








