Dari Pantai Goa Cemara, Pusdal Jawa Bergerak Akhiri Polusi Plastik!

Monday, 16 June 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dari Pantai Goa Cemara, Pusdal Jawa Bergerak Akhiri Polusi Plastik!

Dari Pantai Goa Cemara, Pusdal Jawa Bergerak Akhiri Polusi Plastik!

Bantul, Newsline.id — Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025 dengan tema global “Ending Plastic Pollution”, Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup (Pusdal LH) Jawa menggelar aksi kolaboratif mengusung hashtag #HentikanSampahPlastik dan #SelamatkanPantaiku. Kegiatan ini berlangsung di Pantai Goa Cemara, Kabupaten Bantul, DIY, Sabtu (14/6), dengan beragam kegiatan, mulai dari bersih-bersih pantai, penanaman cemara laut, talkshow lingkungan, serta edukasi untuk masyarakat dan pelajar.

Tak sekadar seremoni, aksi ini merupakan upaya konkret untuk  akselerasi penuntasan pengelolaan sampah di Daerah Istimewa Yogyakarta. Melibatkan pemerintah daerah, komunitas, sekolah, hingga pelaku usaha, kegiatan ini dilakukan dalam upaya  memperkuat komitmen bersama dalam mendorong perubahan perilaku dan budaya dalam pengelolaan sampah plastik.

Kepala Pusdal LH Jawa, Puji Iswari, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memfasilitasi dan membina pengelolaan sampah plastik di wilayah pesisir, dengan menggandeng masyarakat, komunitas, dunia usaha, pemerintah daerah, dan kalangan akademik, termasuk para siswa. “Kami ingin semua pihak memahami dan menerapkan pengurangan dan penanganan sampah plastik secara tepat, bijaksana, dan konsisten. Persoalan sampah bukan hanya soal teknologi, tetapi soal gaya hidup dan kesadaran kolektif kita untuk menjaga bumi,” tegas Puji.

Ia menambahkan, Hari Lingkungan Hidup harus menjadi momentum refleksi sekaligus aksi nyata. “Kami ingin menumbuhkan semangat gotong royong untuk melindungi lingkungan dari ancaman sampah plastik yang mencemari daratan hingga lautan, tempat hidup jutaan makhluk,” ujarnya.

Pantai Goa Cemara dipilih sebagai lokasi kegiatan karena merupakan salah satu destinasi wisata andalan di pesisir selatan Yogyakarta yang kini menghadapi tekanan serius dari meningkatnya volume sampah plastik, baik dari wisatawan maupun aktivitas ekonomi lokal. Kawasan ini menjadi simbol tantangan sekaligus peluang untuk memulai gerakan perubahan berbasis masyarakat.

Sebagai garis depan krisis ini, pantai menjadi titik strategis untuk menggerakkan aksi nyata. Di Goa Cemara, ratusan peserta dari berbagai kalangan — pemerintah, komunitas, pelajar, hingga pelaku usaha — turun langsung membersihkan area pesisir, menanam vegetasi seperti cemara udang dan pandan laut, serta mengikuti sesi edukasi interaktif tentang pengelolaan sampah.

Baca Juga  Wamenpar: Bali Siap Jadi Destinasi Wellness Dunia

Aksi ini makin semarak dengan hadirnya Bus Edukasi Lingkungan yang menyajikan demonstrasi pembuatan eco enzyme, komposting loseda, serta budidaya maggot sebagai solusi pengolahan limbah organik rumah tangga. Sampah bernilai ekonomi yang terkumpul juga langsung dibeli komunitas PERSADA melalui kampanye #SampahkuBernilai.

Siswa dari SMA dan SMK di wilayah Sanden, Kretek, dan Bantul turut ambil bagian dalam edukasi lingkungan lewat permainan dan simulasi yang seru dan interaktif. Acara ini juga menghadirkan tokoh-tokoh inspiratif, seperti Bambang Suwerda (Pendiri Bank Sampah Gemah Ripah) yang berbagi pengalaman membangun gerakan pengelolaan sampah berbasis komunitas; Maryati, pegiat eco enzyme yang menunjukkan cara mengubah limbah dapur menjadi solusi ramah lingkungan; dan Coko, aktivis Komunitas Rejosari yang mengajak masyarakat lebih peduli pada lingkungan sekitar.

Baca Juga  Kementerian Pariwisata Ingatkan Kembali Pentingnya Kepatuhan terhadap SOP Pendakian

Kegiatan ini menjadi wadah sinergi lintas sektor. Turut hadir perwakilan dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Dinas Lingkungan Hidup Provinsi dan Kabupaten, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Pariwisata, BPBD, serta beberapa komunitas, seperti Forum PRB Bantul, PERSADA, LOKALAB, Shin Jogja, dan komunitas nelayan setempat.

Dengan jumlah penduduk Pulau Jawa yang mencapai 156 juta jiwa, tekanan terhadap lingkungan semakin tinggi. Namun, aksi kecil di pesisir selatan ini menjadi awal dari semangat besar untuk perubahan. “Kami berharap gerakan ini bisa menjadi inspirasi dan direplikasi di wilayah pesisir lain. Lingkungan adalah tanggung jawab bersama,” pungkas Puji Iswari. (*****)

Sumber : Kementerian Lingkungan Hidup

Berita Terkait

Maybank Marathon 2025: Perpaduan Olahraga, Budaya, dan Pesona Bali
Museum Perumusan Naskah Proklamasi Gelar “Bulan Proklamasi” untuk Peringati HUT ke-80 RI
Kemenpar Promosikan Pariwisata dan Gastronomi Lokal Danau Toba Melalui Fam Trip
Kemenpar Gelar Pelatihan “Diving Safety 1000 Initiatives” di Raja Ampat
Mangrove Festival 2025: Indonesia Perkuat Konsolidasi Nasional Rehabilitasi Ekosistem Mangrove
Meriahnya Jazz Gunung Bromo 2025: Ketika Musik, Kabut, dan Budaya Menjadi Satu Cerita Tak Terlupakan
Menhut Serius Lakukan Evaluasi Keamanan Pendakian, Libatkan Agam Rinjani dkk
Mantra116, Ajang Trail Run dengan Pemandangan Menakjubkan Gunung Arjuno-Welirang
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Saturday, 23 August 2025 - 12:59 WITA

Maybank Marathon 2025: Perpaduan Olahraga, Budaya, dan Pesona Bali

Sunday, 17 August 2025 - 09:37 WITA

Museum Perumusan Naskah Proklamasi Gelar “Bulan Proklamasi” untuk Peringati HUT ke-80 RI

Thursday, 7 August 2025 - 15:40 WITA

Kemenpar Promosikan Pariwisata dan Gastronomi Lokal Danau Toba Melalui Fam Trip

Thursday, 7 August 2025 - 15:35 WITA

Kemenpar Gelar Pelatihan “Diving Safety 1000 Initiatives” di Raja Ampat

Friday, 1 August 2025 - 17:50 WITA

Mangrove Festival 2025: Indonesia Perkuat Konsolidasi Nasional Rehabilitasi Ekosistem Mangrove

Berita Terbaru

Screenshot

Pemerintahan

DPR Ingatkan Bahaya Narkoba, Anggaran BNN Dinilai Terlalu Kecil

Wednesday, 4 Feb 2026 - 14:24 WITA

Hukum

KPU Akan Rapat Tindak Lanjuti Putusan KIP soal Ijazah Jokowi

Thursday, 15 Jan 2026 - 11:13 WITA