newsline.id — Wawancara kerja atau interview sering kali menjadi tahap paling menegangkan bagi para pencari kerja. Banyak pelamar gagal bukan karena kurang kemampuan, tetapi karena tidak tahu cara menampilkan diri dengan tepat di hadapan pewawancara. Untuk itu, sejumlah praktisi sumber daya manusia (HRD) membagikan beberapa strategi penting agar kandidat dapat tampil lebih percaya diri dan meyakinkan saat wawancara.
Menurut Rina Pratiwi, salah satu HR Manager di perusahaan teknologi nasional, kunci utama dalam menghadapi interview adalah persiapan yang matang. “Pelamar sering kali datang tanpa riset. Padahal, pewawancara akan menilai seberapa besar kandidat memahami posisi yang dilamar dan visi perusahaan,” ujarnya saat ditemui dalam seminar karier di Jakarta, Jumat (8/11/2025).
Ia menyarankan agar setiap pelamar mempelajari profil perusahaan, memahami produk atau layanan yang ditawarkan, serta membaca deskripsi pekerjaan secara menyeluruh. Dengan begitu, jawaban yang diberikan akan lebih relevan dan menunjukkan ketertarikan nyata terhadap posisi tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain riset, sikap percaya diri dan komunikasi yang jujur juga menjadi poin penting. HRD menilai, banyak kandidat berusaha menonjolkan diri dengan cara berlebihan, bahkan memberikan jawaban yang tidak sesuai kenyataan. “Kami bisa tahu mana yang autentik dan mana yang dibuat-buat. Justru kejujuran dan keaslian karakter menjadi nilai tambah,” tambah Rina.
Sementara itu, Andri Setiawan, HR Specialist di sektor perbankan, menekankan pentingnya bahasa tubuh yang positif selama sesi wawancara. “Kontak mata yang baik, senyum yang tulus, dan posisi duduk yang tegak mencerminkan rasa percaya diri. Jangan lupa untuk mendengarkan pertanyaan dengan penuh perhatian sebelum menjawab,” jelasnya.
Andri juga menilai bahwa kesalahan umum para pelamar adalah terlalu fokus pada hal teknis dan lupa menunjukkan nilai personal atau kepribadian yang bisa mendukung pekerjaan. “Perusahaan tidak hanya mencari orang pintar, tetapi juga orang yang punya sikap kolaboratif dan mampu beradaptasi,” ujarnya.
Untuk menutup sesi wawancara, para ahli HR menyarankan agar pelamar tidak ragu bertanya mengenai budaya kerja, jenjang karier, atau tantangan di posisi tersebut. Langkah ini menunjukkan minat dan keseriusan terhadap pekerjaan yang dilamar.
“Interview bukan interogasi, tetapi dialog dua arah. Pelamar juga berhak tahu apakah perusahaan cocok dengan nilai dan tujuan pribadinya,” tutup Rina.
Dengan memahami hal-hal tersebut, pelamar diharapkan dapat menghadapi proses wawancara dengan lebih tenang dan terarah. Persiapan, kejujuran, serta kemampuan berkomunikasi yang baik tetap menjadi kunci utama untuk membuka peluang karier yang lebih luas. (****)








