NTB,newsline.id — Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat Indah Dhamayanti Putri mengajak seluruh pihak memperkuat kolaborasi mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak serta mendorong pendewasaan usia perkawinan pada kegiatan di SMA Negeri 1 Taliwang, Kamis (30/10).
Ia menekankan pentingnya pendidikan seksualitas dan perlindungan anak disampaikan secara terbuka dan edukatif, baik di sekolah maupun keluarga.
“Pendidikan seksual masih dianggap tabu. Anak-anak perlu mendapat edukasi agar tidak menafsirkan berbeda atas apa yang mereka lihat dan dengar,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, pelaku kekerasan terhadap anak sering berasal dari lingkungan terdekat. Karena itu, guru diharapkan peka terhadap perubahan perilaku peserta didik dan menyediakan ruang aman bagi anak untuk bercerita.
“Guru bimbingan dan konseling memiliki tempat yang dianggap aman dan nyaman bagi anak-anak untuk bercerita,” katanya menambahkan.

Dinda juga menegaskan pentingnya kematangan usia dan kesiapan psikologis sebelum menikah, karena pendewasaan usia perkawinan tidak hanya menyangkut aspek biologis, tetapi juga kesiapan mental dan tanggung jawab sosial.
“Tidak hanya soal reproduksi, tapi juga kesiapan mental dan fisik menjadi istri dan ibu sangat dibutuhkan,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh keluarga dan masyarakat menciptakan lingkungan aman, bahagia, dan penuh kasih sayang bagi anak-anak.
“Apa yang kita lakukan hari ini merupakan ikhtiar bersama menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak, dimulai dari keluarga,” pungkasnya.(R9)








