Jakarta, newsline.id — Wakil Ketua Umum PBNU sekaligus tokoh pendidikan, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), melakukan kunjungan ke Balai Kota DKI Jakarta pada Jumat (25/10). Dalam pertemuan tersebut, Gus Ipul berdiskusi langsung dengan Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, membahas sejumlah isu strategis mulai dari konsolidasi data pendidikan, peningkatan literasi warga, hingga penguatan program Sekolah Rakyat.
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, Gus Ipul menekankan pentingnya integrasi dan transparansi data pendidikan antara pemerintah pusat dan daerah. Ia menilai, dengan adanya sistem data yang terhubung, pengawasan serta distribusi bantuan pendidikan akan lebih efektif.
“Selama ini banyak program bagus, tapi sering tidak tepat sasaran karena data tidak sinkron. Konsolidasi ini menjadi kunci agar semua anak mendapatkan hak pendidikan yang sama,” ujar Gus Ipul.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Gubernur Heru Budi menyambut positif usulan tersebut. Ia menilai, DKI Jakarta siap menjadi pilot project integrasi data pendidikan nasional, khususnya untuk jenjang SD hingga SMA. Menurutnya, Dinas Pendidikan DKI telah mengembangkan sistem digital berbasis Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang bisa diadaptasi untuk kerja sama lintas wilayah.
“Kami siap berkolaborasi agar Jakarta menjadi model tata kelola pendidikan yang terbuka dan efisien,” kata Heru.
Selain data pendidikan, pembahasan juga menyinggung Sekolah Rakyat, sebuah program berbasis komunitas yang digagas Gus Ipul sejak beberapa tahun terakhir. Program ini bertujuan memberi akses belajar non-formal dan vokasional bagi masyarakat kurang mampu, termasuk anak putus sekolah dan pekerja informal. Gus Ipul berharap Pemprov DKI bisa memperluas dukungan terhadap inisiatif ini agar menjangkau lebih banyak wilayah padat penduduk di Jakarta.
Menurut Gus Ipul, Sekolah Rakyat bukan sekadar tempat belajar, tapi juga ruang pemberdayaan sosial yang menghubungkan pendidikan dengan kebutuhan ekonomi masyarakat. Ia mencontohkan bagaimana program tersebut telah sukses di beberapa daerah, di mana warga belajar keterampilan seperti menjahit, teknologi digital, dan kewirausahaan.
“Kita ingin pendidikan tidak berhenti di bangku sekolah, tapi menjadi jalan menuju kemandirian ekonomi,” tegasnya.
Pertemuan juga dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Pendidikan DKI, Bappeda, serta Forum Sekolah Rakyat Jakarta. Mereka sepakat untuk membentuk tim kerja bersama yang akan merancang peta jalan (roadmap) implementasi program di tingkat kelurahan. Selain itu, Pemprov DKI berencana menggandeng perguruan tinggi negeri dan swasta sebagai mitra pelatihan dan riset.
Gus Ipul menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas jangkauan pendidikan. Ia menyarankan agar DKI mengembangkan platform pembelajaran daring yang terintegrasi dengan data penduduk. Langkah ini, menurutnya, sejalan dengan arah Asta Cita Presiden yang menekankan pemerataan akses pendidikan bermutu untuk semua.
Gus Ipul menyampaikan harapannya agar generasi muda Jakarta dapat menjadi contoh dalam hal literasi digital, kreativitas, dan semangat gotong royong dalam pendidikan. Ia menilai, kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga sosial menjadi kunci untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif dan adaptif terhadap perubahan zaman.
Menutup pertemuan, kedua pihak sepakat akan mengadakan forum tindak lanjut dalam waktu dekat untuk membahas detail teknis pelaksanaan program. Gubernur Heru menyatakan komitmennya untuk terus mendorong inovasi pendidikan di ibu kota, terutama yang menyentuh langsung lapisan masyarakat bawah.
“Kami ingin pendidikan di Jakarta tidak hanya maju, tapi juga merata dan berdampak bagi semua,” ujarnya.
Pertemuan antara Gus Ipul dan Gubernur DKI Jakarta menjadi momentum penting bagi upaya memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan tokoh pendidikan nasional. Dengan sinergi yang baik, diharapkan program konsolidasi data dan Sekolah Rakyat dapat menjadi model pemberdayaan pendidikan berbasis inklusivitas dan keadilan sosial, demi mencetak generasi Indonesia yang cerdas dan berdaya saing. (********)









