Wamen Sosial Tinjau Lahan Pembangunan Sekolah Rakyat Dasar 1 Jepara, Target Beroperasi Tahun Ajaran 2026

Wednesday, 26 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Istimewa

Foto : Istimewa

newsline.id — Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, melakukan kunjungan ke Desa Suwawal Timur, Kecamatan Pakisaji, Jepara, Jawa Tengah, pada Selasa (25/11/2025). Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau lokasi pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat Dasar (SRD) 1 Jepara yang akan dibangun di atas lahan seluas 10,2 hektare.

Agus Jabo memastikan bahwa pekerjaan konstruksi akan dimulai dalam tahun ini, sehingga sekolah tersebut ditargetkan dapat menerima peserta didik baru pada tahun ajaran 2026. Para siswa yang sebelumnya menempuh pendidikan di sekolah rakyat rintisan juga diproyeksikan segera dipindahkan ke gedung baru setelah selesai dibangun.

Fasilitas Pendidikan Lengkap

Dalam penjelasannya, Agus Jabo menyampaikan bahwa SRD 1 Jepara akan dirancang sebagai sekolah berasrama dengan fasilitas yang sangat lengkap. Gedung permanen tersebut akan dilengkapi ruang kelas, asrama, dapur, ruang makan, laboratorium, perpustakaan, tempat ibadah, aula serbaguna, serta area olahraga. Selain itu, pendidikan vokasi juga akan menjadi bagian penting dari kurikulum, dan seluruh siswa akan difasilitasi laptop untuk mendukung proses belajar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, hal ini merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto yang ingin memastikan lulusan sekolah rakyat memiliki keterampilan praktis. Dengan kemampuan tersebut, siswa yang tidak melanjutkan pendidikan tinggi tetap dapat bekerja atau membantu perekonomian keluarga setelah lulus.

Baca Juga  "Cek Sekarang! Pengumuman Administrasi Beasiswa Unggulan Sudah Keluar"

Apresiasi untuk Pemkab Jepara

Dalam kunjungannya, Agus Jabo menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Jepara yang telah menyediakan lahan luas untuk pembangunan sekolah. Ia menilai penyediaan area lebih dari 10 hektare di Pulau Jawa merupakan hal yang tidak mudah.

“Kami sangat menghormati langkah Pemkab Jepara, Pak Bupati, Pak Sekda, dan seluruh jajaran yang sudah menyiapkan lahan hingga 10,2 hektare. Ini akan menjadi sekolah yang sangat baik,” ujarnya.

Instruksi Presiden: Minimal Satu Sekolah Rakyat di Tiap Daerah

Wamen Sosial juga mengungkapkan bahwa pemerintah pusat menargetkan setiap kabupaten/kota memiliki sedikitnya satu sekolah rakyat. Setiap sekolah disebutkan harus mampu menampung minimal 1.000 siswa dengan fasilitas yang setara standar unggulan.

Ia menjelaskan bahwa dalam perhitungan ideal, kapasitas tersebut sangat memungkinkan. Jika SRD memiliki empat rombongan belajar untuk jenjang SD, enam kelas di SMP, ditambah tiga kelas di jenjang setara SMA, jumlah total siswa dapat mencapai lebih dari 1.200.

Baca Juga  Temui Gubernur DKI, Gus Ipul Bahas Konsolidasi Data hingga Sekolah Rakyat

Selain kecakapan akademik, siswa SRD diharapkan mengembangkan karakter kebangsaan, keagamaan, sosial, serta keterampilan vokasional.

Jajaki Kerja Sama untuk Hilirisasi Pendidikan

Agus Jabo menambahkan bahwa Kemensos juga tengah menjajaki kerja sama dengan berbagai kementerian, BUMN, dan penyedia beasiswa untuk memastikan lulusan sekolah rakyat yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi memiliki kesempatan yang sama.

Terkait soal anggaran, ia menyebutkan bahwa besaran pembiayaan bergantung pada luasan lahan tiap daerah, yang umumnya berada di kisaran 6,6 hingga 10 hektare. Kementerian Pekerjaan Umum hanya memberikan rekomendasi terkait lahan yang diajukan oleh pemerintah daerah.

Tinjau Pembelajaran di SRD Rintisan

Selain meninjau lahan pembangunan sekolah permanen, Wamen Sosial juga menyempatkan diri mengunjungi SRD 1 Jepara yang sudah beroperasi sebagai sekolah rintisan. Ia mengecek kegiatan belajar mengajar serta mendengarkan masukan dari para guru, termasuk kebutuhan tenaga kesehatan, guru agama, dan guru olahraga.

Saat ini, siswa SRD 1 Jepara masih dalam tahap pengenalan sekolah dan matrikulasi sehingga proses belajar formal belum dimulai. Tiga rombongan belajar yang ada semuanya merupakan kelas SD, menjadikan Jepara sebagai daerah dengan model awal pendidikan berasrama untuk anak usia dini.

Baca Juga  Kementerian perhubungan serahkan 10 bus sekolah untuk kabupaten Jayawijaya

Agus Jabo memahami bahwa mengasuh siswa SD di lingkungan asrama tidak mudah. Karena itu, ia meminta para guru, wali asrama, dan wali kelas menjadi figur pengganti orang tua bagi anak-anak tersebut.

Menurutnya, perkembangan siswa sudah tampak positif, baik dari sisi karakter, kepercayaan diri, maupun kesehatan fisik.

Putuskan Rantai Kemiskinan Sejak Dini

Wamen Sosial menegaskan kembali bahwa pembangunan sekolah rakyat merupakan upaya strategis pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan lintas generasi. Anak-anak dari keluarga kurang mampu diberi kesempatan mengenyam pendidikan berkualitas secara gratis dan tinggal di lingkungan yang aman dan mendukung.

Ia menutup kunjungannya dengan memberikan apresiasi kepada Pemkab Jepara atas komitmen yang kuat dalam memulai pembangunan sekolah rakyat sejak jenjang SD.

Sementara itu, Bupati Jepara Witiarso Utomo menyampaikan bahwa area pembangunan SRD permanen sudah dipersiapkan sepenuhnya. Bahkan, beberapa siswa telah menyampaikan aspirasi mereka, seperti keinginan adanya fasilitas kolam renang. Permintaan tersebut akan diteruskan kepada Kementerian Sosial untuk dipertimbangkan. (***)

Berita Terkait

PERAN PEMERINTAH UNTUK PENDIDIKAN BERKUALITAS MELALUI YAYASAN YAPESLI PAPUA INDONESIA
BAPAK PENDIDIKAN PAPUA PEGUNUNGAN NAFTALI MABEL SAAT HUT YAYASAN YAPESLI PAPUA INDONESIA KE 27 TAHUN
Wakil rektor UNIBA JHON A WALELA MEMBUKA SEMINAR
Kementerian perhubungan serahkan 10 bus sekolah untuk kabupaten Jayawijaya
Prodi D3 Keperawatan Biak Krisis Dosen
Guru Gorontalo Siap Berlaga di Porsenijar 2025, Harumkan Nama Daerah di Kancah Nasional
Densus 88 Perkuat Edukasi Anti-Intoleransi dan Radikalisme untuk Pelajar Aceh Besar
Bunda PAUD Kabupaten Gorontalo Raih Peringkat 7 Nasional pada Apresiasi Bunda PAUD 2025
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 1 April 2026 - 15:34 WITA

PERAN PEMERINTAH UNTUK PENDIDIKAN BERKUALITAS MELALUI YAYASAN YAPESLI PAPUA INDONESIA

Friday, 20 March 2026 - 12:27 WITA

BAPAK PENDIDIKAN PAPUA PEGUNUNGAN NAFTALI MABEL SAAT HUT YAYASAN YAPESLI PAPUA INDONESIA KE 27 TAHUN

Thursday, 12 March 2026 - 10:15 WITA

Wakil rektor UNIBA JHON A WALELA MEMBUKA SEMINAR

Monday, 2 March 2026 - 14:38 WITA

Kementerian perhubungan serahkan 10 bus sekolah untuk kabupaten Jayawijaya

Wednesday, 25 February 2026 - 14:01 WITA

Prodi D3 Keperawatan Biak Krisis Dosen

Berita Terbaru

Illustrasi

Jakarta

Harga BBM Nonsubsidi Naik Tajam, Pertamax Turbo Tembus Rp19.400

Saturday, 18 Apr 2026 - 11:53 WITA

Jakarta

Duka Mendalam, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Tutup Usia

Saturday, 18 Apr 2026 - 10:57 WITA

68 Ribu Ikan Sapu-Sapu Ditangkap di Jakarta (Foto: Istimewah)

Jakarta

68 Ribu Ikan Sapu-Sapu Ditangkap di Jakarta

Friday, 17 Apr 2026 - 23:54 WITA

Illustrasi

INTERNASIONAL

Bonus Bayi 2026 Cair, Keluarga Dapat Rp17 Juta

Friday, 17 Apr 2026 - 21:29 WITA

Lokasi Jatuhnya Helikopter PK-CFX (Foto: Istimewah)

Pontianak

Helikopter Jatuh di Kalbar, Semua Penumpang Tewas

Friday, 17 Apr 2026 - 17:38 WITA