Yogyakarta, newsline.id– Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, melakukan kunjungan kerja ke Yogyakarta dalam rangka menghadiri Monitoring dan Evaluasi Target Capaian Kinerja Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) Tahun 2025. Kehadirannya ini sekaligus menegaskan dukungan terhadap transformasi pendidikan tinggi yang terintegrasi dengan kebijakan nasional.
Dalam sambutannya, Wamen Fajar—yang juga menjabat sebagai anggota Advisory Board Sekolah Pascasarjana UGM—menyampaikan apresiasi tinggi terhadap capaian akademik, inovasi, serta pendekatan multidisiplin yang dikembangkan kampus tersebut.
“Sekolah Pascasarjana UGM memiliki keunggulan pada pendekatan multidisiplin yang memadukan sains, teknologi, dan seni budaya. Inilah yang kita butuhkan untuk menjawab kebijakan pendidikan nasional,” tegas Fajar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, pendidikan masa kini tidak cukup hanya mencetak generasi yang cakap teknologi, melainkan juga generasi yang berpikir kritis, berempati, serta berlandaskan nilai-nilai kebangsaan.
Dorongan Integrasi STEM dan Humaniora
Sejalan dengan prioritas pemerintah dalam mengembangkan STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics), Wamen Fajar mendorong agar Sekolah Pascasarjana UGM terus memperkuat kolaborasi lintas disiplin ilmu. Ia menyebutkan bahwa UGM berpeluang besar menjadi model pendidikan tinggi nasional yang mampu menjembatani antara pendidikan dasar dan menengah dengan pendidikan tinggi secara berkesinambungan.
“STEM perlu dikembangkan dengan berbasis seni, budaya, dan humaniora, yang merupakan DNA bangsa Indonesia. Pendekatan ini akan menjadi kekuatan unik UGM dalam menjawab tantangan masa depan,” ujar Fajar.
Pemerintah, melalui kebijakan Presiden Prabowo Subianto, saat ini tengah memfokuskan sebagian besar dana beasiswa dan anggaran riset pada pengembangan STEM. Dalam konteks ini, Wamen Fajar menegaskan bahwa kekuatan multidisiplin UGM menjadi nilai tambah yang harus terus dijaga, sekaligus dioptimalkan untuk menghadirkan inovasi berdampak luas.
Pendidikan Berbasis Profil Pelajar Pancasila
Dalam paparannya, Wamen Fajar juga menekankan pentingnya arah kebijakan pendidikan nasional yang berfokus pada pengembangan karakter dan kompetensi murid melalui delapan dimensi Profil Pelajar Pancasila. Dimensi tersebut mencakup:
- Keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
- Kewargaan global
- Penalaran kritis
- Kreativitas
- Kolaborasi
- Kemandirian
- Kesehatan jasmani dan mental
- Komunikasi efektif
Menurutnya, inilah kerangka yang akan menjadi rujukan untuk seluruh jenjang pendidikan, termasuk kontribusi perguruan tinggi dalam merancang program dan riset yang relevan.
Testimoni Alumni: Ilmu yang Berdampak
Dalam forum yang sama, Deputi Bidang Politik Dalam Negeri Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam), Heri Wiranto, turut memberikan testimoni sebagai alumni Program S3 Pascasarjana UGM.
“Pendidikan yang saya jalani di Pascasarjana UGM memberi manfaat nyata, baik dalam pengembangan pribadi maupun dalam tugas sebagai pejabat negara. Ilmu yang diperoleh bisa langsung diterapkan dalam merumuskan kebijakan strategis di pemerintahan,” ungkapnya.
Pernyataan Heri menegaskan bahwa kualitas akademik UGM telah memberikan kontribusi riil tidak hanya di dunia akademik, namun juga dalam praktik pemerintahan dan pelayanan publik.
Kunjungan Wamen Fajar ke UGM menjadi sinyal kuat pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam menyukseskan arah kebijakan pendidikan nasional. Dengan keunggulan pendekatan multidisiplin yang dimiliki, Sekolah Pascasarjana UGM diharapkan terus menjadi penggerak inovasi pendidikan Indonesia yang berlandaskan sains, teknologi, seni, dan nilai-nilai kebudayaan bangsa. (******)
Sumber : Kementerian Pendidikan Dasar Dan Menengah









