Prodi D3 Keperawatan Biak Krisis Dosen

Wednesday, 25 February 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi Tenaga Dosen di Prodi D3 Keperawatan Biak Poltekes Kemenkes Jayapura

Kondisi Tenaga Dosen di Prodi D3 Keperawatan Biak Poltekes Kemenkes Jayapura

BIAK NUMFOR,newsline.id — Program Studi Diploma Tiga (D3) Keperawatan Biak Poltekes Kemenkes Jayapura dinilai mengalami penurunan kualitas pendidikan akibat kekurangan tenaga dosen yang sesuai dengan ketentuan akademik.

Kondisi ini disampaikan mantan Ketua Program Studi yang hingga kini masih aktif mengajar, Dr. Lajumu, Selasa (25/2/2026).

Kondisi Mahasiswa di Kampus Tidur-tiduran akibat tidak ada dosen

Ia menegaskan, kekurangan dosen telah berlangsung lama dan belum mendapat penanganan serius.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pihak kampus, kata dia, sudah berulang kali mengusulkan penambahan tenaga pendidik dan kependidikan sejak 2013, 2018, hingga 2022. Namun, hingga kini belum ada tindak lanjut yang jelas. “Usulan sudah disampaikan berkali-kali, tetapi tidak ada tanggapan,” ujar Dr. Lajumu.

Baca Juga  Dorong Akses Pendidikan, Kemdiktisaintek Siapkan Lahan Pembangunan Sekolah Garuda di Soe, NTT

Di tengah upaya pemerintah melakukan pemerataan pendidikan di enam provinsi di Tanah Papua, penerapan perkuliahan daring dinilai belum efektif. Keterbatasan jaringan internet membuat kuliah melalui platform online kerap terkendala, sehingga tidak bisa dijadikan solusi utama, khususnya di Kabupaten Biak Numfor.

Selain itu, kesenjangan sosial masyarakat juga menjadi tantangan besar. Rendahnya literasi teknologi, termasuk kemampuan dasar mengoperasikan komputer, sering menghambat proses pembelajaran. Kondisi tersebut berdampak langsung pada efektivitas pengajaran dan menambah beban kerja dosen yang jumlahnya terbatas.

“Masalah dosen, infrastruktur, dan kemampuan teknologi mahasiswa harus dilihat secara menyeluruh. Jika tidak segera ditangani, kualitas lulusan tentu akan terpengaruh,” tegas Dr. Lajumu.(Henny Arwam)

Baca Juga  Kunjungi SMA dan SMK di Semarang, Wamendikdasmen Fajar Tegaskan SPMB Berjalan Baik

Berita Terkait

SMK Nahanson Parapat Sipoholon Bekali Siswa Public Speaking untuk Hadapi Dunia Kerja
Pelatihan Public Speaking di SMKN 2 Doloksanggul Dorong Siswa Lebih Percaya Diri dan Kreatif
Viral di Kampus, Mahasiswa PNJ Jalani Pemeriksaan Internal
Nanik S Deyang Pimpin BGN, Eks Jurnalis Kini Kendalikan Program MBG
Dadan Dicopot, Nasib Makan Gratis Jutaan Siswa Disorot
PIP 2026 Cair! Cek NIK-NISN, Dapat Rp1 Juta
Pergaulan Bebas dan Balap Liar Ancam Pelajar Mimika, Generasi Inspirasi Bergerak Selamatkan Masa Depan
SPMB Jakarta 2026 Dibuka, Ribuan Siswa Berebut 7.708 Kursi Sekolah Gratis
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 3 June 2026 - 18:43 WITA

SMK Nahanson Parapat Sipoholon Bekali Siswa Public Speaking untuk Hadapi Dunia Kerja

Wednesday, 3 June 2026 - 18:19 WITA

Pelatihan Public Speaking di SMKN 2 Doloksanggul Dorong Siswa Lebih Percaya Diri dan Kreatif

Wednesday, 3 June 2026 - 18:07 WITA

Viral di Kampus, Mahasiswa PNJ Jalani Pemeriksaan Internal

Wednesday, 3 June 2026 - 07:46 WITA

Nanik S Deyang Pimpin BGN, Eks Jurnalis Kini Kendalikan Program MBG

Wednesday, 3 June 2026 - 07:24 WITA

Dadan Dicopot, Nasib Makan Gratis Jutaan Siswa Disorot

Berita Terbaru

Kampus PNJ (Foto: Istimewah)

HUKRIM

Viral di Kampus, Mahasiswa PNJ Jalani Pemeriksaan Internal

Wednesday, 3 Jun 2026 - 18:07 WITA