Pendidikan: Antara Pendekatan Ala Barak Militer dan “Kurikulum Cinta”

Tuesday, 10 June 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pendidikan: Antara Pendekatan Ala Barak Militer dan

Pendidikan: Antara Pendekatan Ala Barak Militer dan "Kurikulum Cinta"

Newsline.id — Pemerintah Jawa Barat baru-baru ini menggagas pendidikan berbasis barak ala militer untuk pembinaan remaja bermasalah atau nakal dengan tujuan pembentukan peserta didik yang berdisiplin dan bertanggung jawab.

Jauh sebelumnya, Kementerian Agama mencanangkan pendidikan berbasis “kurikulum cinta” untuk membentuk karakter peserta didik yang cinta kepada Tuhan, sesama manusia dan cinta kepada lingkungan hidup.

Dari dua wajah pendidikan tersebut, kita dihadapkan pada dua kutub pendekatan yang berbeda: pendidikan ala barak militer yang menekankan disiplin dan struktur, serta pendidikan berbasis cinta alias Eros (kasih sayang dan motivasi intrinsik) yang mengedepankan kebebasan berekspresi dan pengembangan diri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keduanya memiliki keunggulan dan tantangannya masing-masing, dan memahami perbedaannya adalah kunci untuk merancang masa depan pendidikan yang lebih holistik.

  1. Pendidikan Ala Barak Militer

Pendidikan ala barak militer, seperti yang kita lihat di SMA Taruna Nusantara atau program pembinaan bagi remaja bermasalah di Dodik Bela Negara Rindam III/Siliwangi Jawa Barat, mengadopsi sistem yang sangat terstruktur.

Ada beberapa kelebihan pola pendekatan ini. Pertama, pembentukan disiplin dan tanggung jawab. Metode ini sangat efektif dalam menanamkan disiplin, ketepatan waktu, dan rasa tanggung jawab yang tinggi. Peserta didik terbiasa dengan rutinitas yang ketat dan konsekuensi yang jelas, membentuk pribadi yang patuh dan teratur.

Baca Juga  Garuda Latihan di Bali: Timnas Indonesia Panaskan Mesin Jelang Duel Kontra China dan Jepang

Kedua, terciptanya mental tangguh dan kemandirian. Lingkungan yang menantang mendorong individu untuk menjadi mandiri, tidak mudah menyerah, dan memiliki daya juang yang kuat. Mereka terlatih menghadapi tekanan dan menyelesaikan masalah secara efektif.

Ketiga, terbentuk esiapan beradaptasi. Lulusan dari sistem ini seringkali memiliki kemampuan adaptasi yang baik terhadap berbagai kondisi dan tekanan lingkungan kerja atau sosial.

Keempat, pengembangan fisik optimal. Aspek fisik sering menjadi prioritas, menghasilkan individu dengan kesehatan dan kekuatan fisik yang prima.

Namun, pendidikan dengan ala barak militer ini memiliki kelemahan yang tidak boleh diremehkan.

Pertama, potensi menekan kreativitas dan inisiatif. Lingkungan yang terlalu kaku dan terpusat pada perintah dapat membatasi ruang bagi kreativitas, inovasi, dan inisiatif pribadi. Peserta didik mungkin cenderung menunggu instruksi daripada berpikir di luar kotak.

Kedua, risiko tekanan mental. Tekanan disiplin yang tinggi dan kurangnya ruang untuk ekspresi emosional bisa menyebabkan stres atau trauma pada sebagian individu yang tidak cocok dengan pendekatan ini.

Ketiga, kurangnya fleksibilitas. Sistem yang sangat seragam mungkin tidak mengakomodasi gaya belajar atau kebutuhan individu yang beragam.

Keempat, kesenjangan emosional. Penekanan pada ketegasan bisa mengurangi aspek empati dan kepekaan emosional, karena interaksi cenderung lebih formal dan kurang personal.

  1. Pendidikan Bernafaskan Eros
Baca Juga  Menhub Dudy Pantau Langsung Proses Evakuasi dan Pemulihan Anjloknya KA Argo Bromo Anggrek

Di sisi lain, pendidikan berbasis Eros atau yang lebih dikenal sebagai pendidikan humanis, holistik, atau berbasis kasih sayang, seperti yang diterapkan di Sekolah Alam Indonesia atau konsep Sekolah Ramah Anak, dan beberapa madrasah di Banjarmasin, berfokus pada dorongan intrinsik, kasih sayang, dan hubungan positif antara pengajar dan peserta didik.

Ada beberapa kelebihan yang menonjol dari pendidikan bernafas kan eros: pertama , meningkatkan motivasi intrinsik. Pendekatan ini menumbuhkan rasa ingin tahu dan cinta belajar dari dalam diri. Peserta didik belajar karena ketertarikan, bukan karena paksaan atau takut hukuman.

Kedua, ada pengembangan kreativitas dan inovasi. Lingkungan yang mendukung dan tidak menghakimi mendorong peserta didik untuk berpikir bebas, bereksperimen, dan mengembangkan ide-ide orisinal tanpa takut salah.

Ketiga, tekanan pada kecerdasan emosional dan Sosial. Penekanan pada empati, kolaborasi, dan komunikasi efektif membantu mengembangkan kecerdasan emosional dan sosial yang tinggi, membentuk individu yang peduli dan mampu berinteraksi secara positif.

Keempat, adanya pembelajaran yang bermakna dan menyenangkan. Proses belajar menjadi pengalaman yang menyenangkan dan relevan, menciptakan ikatan emosional yang kuat dengan materi pelajaran.

Selain keunggulan, terdapat juga kelemahan, antara lain: pertama, potensi kurangnya disiplin eksternal. Tanpa struktur yang jelas, beberapa individu mungkin kesulitan mengembangkan disiplin diri dan tanggung jawab jika tidak didukung oleh lingkungan rumah atau pengawasan yang memadai.

Baca Juga  Layanan AHU Lebih Dekat ke Masyarakat

Kedua, ada tantangan dalam pengukuran hasil. Hasil belajar mungkin tidak selalu mudah diukur dengan standar baku, karena fokusnya lebih pada pengembangan holistik daripada sekadar nilai akademik.

Ketiga, membutuhkan guru yang berkualitas tinggi. Pendekatan ini menuntut guru yang tidak hanya menguasai materi tetapi juga memiliki keterampilan komunikasi, empati, dan kemampuan memfasilitasi yang luar biasa.

Keempat, risiko Kebebasan yang disalahgunakan. Jika tidak diimbangi dengan bimbingan yang tepat, kebebasan berekspresi bisa berpotensi disalahgunakan atau tidak terarah.

  1. Harmonisasi untuk Masa Depan

Baik pendidikan ala barak militer maupun pendidikan berbasis Eros, keduanya memiliki tujuan mulia untuk membentuk generasi penerus bangsa. Yang satu fokus pada ketangguhan dan keteraturan, sementara yang lain pada kreativitas dan kemanusiaan.

Penting bagi kita sebagai masyarakat untuk menyadari bahwa tidak ada satu pun pendekatan yang sempurna untuk semua individu. Masa depan pendidikan Indonesia idealnya adalah hasil harmonisasi dari kedua pendekatan ini. Kita membutuhkan generasi yang disiplin dan bertanggung jawab, namun juga kreatif, inovatif, dan penuh kasih sayang. (*)

Sumber : Kementerian Agama RI

Berita Terkait

Harga BBM Nonsubsidi Naik Tajam, Pertamax Turbo Tembus Rp19.400
Duka Mendalam, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Tutup Usia
68 Ribu Ikan Sapu-Sapu Ditangkap di Jakarta
Bansos PKH BPNT April 2026 Cair, Ini Nominalnya
ADRO Buyback Saham Rp5 Triliun 2026
Pembangunan Polresta IKN Dimulai, Target Rampung 2027
PERAN PEMERINTAH UNTUK PENDIDIKAN BERKUALITAS MELALUI YAYASAN YAPESLI PAPUA INDONESIA
BAPAK PENDIDIKAN PAPUA PEGUNUNGAN NAFTALI MABEL SAAT HUT YAYASAN YAPESLI PAPUA INDONESIA KE 27 TAHUN
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Saturday, 18 April 2026 - 11:53 WITA

Harga BBM Nonsubsidi Naik Tajam, Pertamax Turbo Tembus Rp19.400

Saturday, 18 April 2026 - 10:57 WITA

Duka Mendalam, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Tutup Usia

Friday, 17 April 2026 - 23:54 WITA

68 Ribu Ikan Sapu-Sapu Ditangkap di Jakarta

Friday, 17 April 2026 - 15:57 WITA

ADRO Buyback Saham Rp5 Triliun 2026

Tuesday, 14 April 2026 - 20:55 WITA

Pembangunan Polresta IKN Dimulai, Target Rampung 2027

Berita Terbaru

Illustrasi

Jakarta

Harga BBM Nonsubsidi Naik Tajam, Pertamax Turbo Tembus Rp19.400

Saturday, 18 Apr 2026 - 11:53 WITA

Jakarta

Duka Mendalam, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Tutup Usia

Saturday, 18 Apr 2026 - 10:57 WITA

68 Ribu Ikan Sapu-Sapu Ditangkap di Jakarta (Foto: Istimewah)

Jakarta

68 Ribu Ikan Sapu-Sapu Ditangkap di Jakarta

Friday, 17 Apr 2026 - 23:54 WITA

Illustrasi

INTERNASIONAL

Bonus Bayi 2026 Cair, Keluarga Dapat Rp17 Juta

Friday, 17 Apr 2026 - 21:29 WITA

Lokasi Jatuhnya Helikopter PK-CFX (Foto: Istimewah)

Pontianak

Helikopter Jatuh di Kalbar, Semua Penumpang Tewas

Friday, 17 Apr 2026 - 17:38 WITA