SILANGKITANG,newsline.id – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan IAKN Tarutung menggelar Pemilihan Duta Baca Shalom 2025 dengan mengangkat tema “Membangun Budaya Literasi dan Kreativitas Pemustaka di Era Digital”. Kegiatan yang berlangsung di Perpustakaan IAKN Tarutung itu diikuti oleh mahasiswa dari berbagai program studi dan menjadi ajang untuk mendorong semangat literasi di lingkungan kampus.
Acara dibuka oleh Kepala UPT Perpustakaan, Lenni Lumbantoruan, S.E., yang kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Wakil Rektor I IAKN Tarutung, Dr. Robert Sitio, M.Pd. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa mahasiswa harus menjadi generasi yang berdampak dan mencintai literasi sebagai bagian dari pembentukan kualitas diri. “Sebagai mahasiswa harus berdampak dan menjadi generasi yang selalu mencintai literasi,” ujarnya di hadapan peserta dan tamu undangan.
Pada tahap awal, peserta diminta membuat karya tulis sesuai tema yang ditentukan. Setelah melalui proses seleksi administrasi, sebanyak 10 mahasiswa dinyatakan lolos sebagai finalis dan berhak melaju ke babak presentasi. Di hadapan dewan juri, peserta lain, dan audiens, para finalis memaparkan gagasan mereka sekaligus menjawab sejumlah pertanyaan untuk menguji kemampuan berpikir kritis dan pemahaman mereka terhadap isu literasi di era digital.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penilaian dilakukan secara objektif oleh tiga dewan juri, yaitu Bapak Dian Purba, M.A., Bapak Herik, dan Kepala UPT Perpustakaan, Ibu Lenni Lumbantoruan, S.E. Setelah proses penjurian, momen yang paling ditunggu pun tiba. Pada pukul 13.00 WIB, panitia resmi mengumumkan para pemenang Duta Baca Shalom 2025. Juara pertama diraih oleh Roman Ryanto Lumbantobing dari Program Studi Pendidikan Agama Kristen, disusul Derista Melati Tarihoran dari program studi yang sama sebagai juara kedua, dan posisi ketiga diraih oleh Ivana Hasibuan dari Program Studi Teologi.
Usai pengumuman, para pemenang menerima penghargaan yang diserahkan langsung oleh Kepala UPT Perpustakaan dan dilanjutkan dengan sesi foto bersama. Tidak berhenti di situ, Dr. Robert Sitio, M.Pd. kembali memberikan pesan motivatif kepada para peserta. “Semakin anda berliterasi semakin tinggi kualitas hidup anda,” tuturnya sambil menyemangati peserta yang belum berhasil meraih gelar duta baca.
Acara ditutup dengan ibadah singkat melalui nyanyian dan doa bersama, menandai berakhirnya rangkaian kegiatan yang berlangsung dengan hangat dan penuh semangat literasi. Kegiatan ini tidak hanya melahirkan Duta Baca Shalom 2025, tetapi juga menjadi momentum penting dalam menumbuhkan budaya literasi dan kreativitas di kalangan mahasiswa IAKN Tarutung.
Penulis:Renopa Panjaitan, Program Studi Manajemen Pendidikan Kristen








