SUMENEP, Newsline.id — Pemerintah Kabupaten Sumenep menegaskan pentingnya peran strategis guru dalam menghadapi perubahan dunia pendidikan yang semakin dinamis, khususnya di era digital saat ini. Hal itu disampaikan dalam kegiatan Konferensi Kerja Kabupaten I Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sumenep tahun 2026 yang berlangsung pada Kamis (2/4/2026).
Dalam forum tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep, Agus Dwi Saputra, mengingatkan bahwa peran guru kini tidak lagi terbatas sebagai penyampai materi di dalam kelas. Lebih dari itu, guru dituntut mampu menjadi agen transformasi yang mendorong perubahan pola belajar siswa agar lebih kreatif, kritis, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Menurut Agus, tantangan dunia pendidikan saat ini semakin kompleks seiring dengan pesatnya kemajuan teknologi informasi. Oleh sebab itu, guru harus memiliki kesiapan mental dan kemampuan teknis untuk menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut.
Ia menyampaikan bahwa guru perlu terus mengasah kompetensi, baik dalam hal penguasaan materi ajar maupun pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana pembelajaran. Dengan demikian, proses belajar mengajar dapat berlangsung lebih efektif dan menarik bagi peserta didik.
“Perubahan tidak bisa dihindari. Guru harus mampu mengikuti perkembangan, termasuk dalam memanfaatkan teknologi sebagai media pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan siswa saat ini,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa peningkatan kualitas guru merupakan salah satu kunci utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Hal ini menjadi penting untuk mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan di Kabupaten Sumenep.
Selain itu, Agus juga menekankan bahwa guru memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter generasi muda. Tidak hanya memberikan ilmu pengetahuan, guru juga berperan dalam menanamkan nilai-nilai moral, etika, dan semangat belajar sepanjang hayat.
Dalam konteks tersebut, transformasi pendidikan menjadi sebuah keharusan. Penggunaan teknologi digital, menurutnya, dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, selama diimbangi dengan kesiapan dan kompetensi guru.
“Digitalisasi pendidikan bukan sekadar tren, tetapi sudah menjadi kebutuhan. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas guru dalam bidang teknologi harus terus didorong,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Sumenep, lanjut Agus, berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan kualitas guru melalui berbagai program pelatihan dan peningkatan kompetensi. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat peran guru sebagai ujung tombak dalam mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan global.
Kegiatan Konferensi Kerja PGRI tersebut juga menjadi momentum penting bagi para guru untuk saling berbagi pengalaman, memperkuat solidaritas, serta merumuskan langkah strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan di daerah.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, diharapkan dunia pendidikan di Kabupaten Sumenep mampu terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah di masa mendatang.









