Aliansi Peduli Nelayan Menyoal Pelarangan Kompressor, Bupati Selayar Janjikan Solusi.

0 Komentar


Selayarnewsline.id — Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Peduli Nelayan Desa Nyiur Indah menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Kepulauan Selayar, jalan Ahmad Yani, Senin (05/08/2019).

Massa aksi yang berasal dari mahasiswa dan masyarakat Desa Nyiur Indah tersebut menyikapi adanya pelarangan penggunaan kompresor sebagai alat bantu nelayan dalam menangkap ikan.

Dalam tuntutannya Aliansi Peduli Nelayan ini meminta Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar mengembalikan Kompressor yang telah disita oleh Balai Taman Nasional Takabonerate.

Selain itu, massa aksi juga meminta pemerintah  memberikan toleransi penggunaan alat selam kepada nelayan sebelum pemerintah memberikan alat selam yang memadai.

“Kami minta Pemerintah untuk menyiapkan alternative lain kepada nelayan yang selama ini menyelam dengan peralatan berupa panah,” tegas Koordinator Lapangan, Bahar.

Pihaknya juga meminta pemerintah melakukan edukasi dan memberi bantuan peralatan selam yang memadai agar mereka tetap melakukan aktivitas penyelaman seperti biasanya.

Setelah melakukan orasi di depan Kantor Bupati & Kantor DPRD Selayar. Selanjutnya, dimintai perwakilan untuk audiens dengan pihak DPRD dan Pemerintah yang dihadiri langsung oleh Bupati Kepulauan Selayar.

Bupati Kepulauan Selayar H. Muh Basli Ali bersama Ketua DPRD Kep Selayar Mappatunru, S.Pd dan anggota DPRD Kep Selayar H. Andi Idris menerima perwakilan aksi di Kantor DPRD Kep Selayar.

Dalam penyampaiannya Bupati Kepulauan Selayar, Muh Basli Ali kembali menegaskan tentang pelarangan penggunaan Kompressor sebagai alat bantu penangkapan ikan sudah sesuai dengan peraguran yang berlaku.

undang – undang  pasal 9 ayat (1) Undang-Undang No. 45 Tahun 2009 tentang Perubahan Atas Undang-Undang No. 31 Tahun 2004 tentang Perikanan.

Meskipun demikian, Bupati Kepulauan Selayar berjanji untuk menyediakan alat yang lebih ramah lingkungan dan tidak membahayakan nyawa nelayan yakni tabung oksigen dan peralatam selam yang memadai.

“Saya bersama ketua DPRD akan menganggarkan bantuan peralatan selam yang ramah lingkungan dan tidak membahayakan keselamatan nelayan dalam anggaran pokok 2020. Namun sebelumnya akan dilakukan pendataan terlebih dahulu sehingga bantuan yang diberikan bisa tepat sasaran,” ujar Basli Ali.

Mengenai tuntutan massa aksi yang meminta agar kompressor yang disita oleh Balai Taman Nasional Takabonerate, Bupati Kepulauan Selayar menyerahkan sepenuhnya kepada pihak berwenang. 

“Pemerintah tidak bisa mengintervensi pihak terkait tapi kami berjanji akan mencarikan solusi yang terbaik agar para nelayan yang ada di Desa Nyiur Indah tetap bisa menyelam dan tidak melanggar peraturan perundang undangan,” tambahnya.

Usai melakukan audiens, puluhan massa aksi membubarkan diri. Atas pengawalan pihak Kepolisian dan Pol PP. Aksi tersebut berjalan aman dan tertib.

Sebelumnya, Musyawarah Pimpinan Daerah (MUSPIDA) Kabupaten Kepulauan Selayar telah menandatangani Piagam Pakjukukang. Dalam salah satu pointnya tentang pelarangan penggunaan Kompressor Sebagai alat bantu penangkapan ikan.

Tulisan ini berasal dari redaksi newsline.id

0 Komentar