Rawan Pemilu, Bupati Gowa: Jujur dan Bersih Pasti Berjalan Aman dan Kondusif

0 Komentar
Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan. (KABAR.NEWS/Afrilian Cahaya Putri)

Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan. (KABAR.NEWS/Afrilian Cahaya Putri)

GOWA, NEWSLINE.ID- Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 semakin dekat, namun sejumlah daerah di Sulawesi Selatan terindikasi rawan Pemilu, seperti halnya Kabupaten Gowa.

Berdasarkan Indeks Kerawanan Pemilu (IKP), Gowa masih masuk dalam kategori daerah rawan pemilu dengan persentase 47,9%.

Komisioner Divisi Pengawasan dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Gowa, Juanto Avol mengatakan, Sulsel secara keseluruhan ada di posisi 79,6% atau rawan.

Sedangkan Gowa dengan persentase seperti itu, memang masih di zona rawan namun bersifat rawan sedang.

“Itu sudah lumayan karena dibawah 50%. Ini yang harus kita jaga bersama dengan seluruh stake holder termasuk pemda agar tercipta komitmen pemilu yang bersih dan aman,” ujarnya, dilansir dari laman kabar.news, Senin (4/1/2019).

Lanjutnya, ada 7 indikator kerawanan pemilu. Seperti keterlibatan ASN, letak geografis, logistik, hak suara maupun penyebaran berita hoax atau bohong.

Karena itu, dia meminta ASN untuk netral dan tidak terlibat dalam tindakan yang justru merugikan.

Selain itu tidak ikut memposting atau memberi pernyataan terkait urusan politik. 

“Saat ini memang yang menjadi fokus kita netralitas ASN dan politik uang. ASN tidak dijadikan motor atau tunggangan kepentingan politk sedang politik uang tidak dijadikan instrumen atau alat untuk mencari suara yang mempengaruhi hak pilih seseorang,” tambahnya.

Untuk meminimalisir kerawanan pemilu, pihak Bawaslu melakukan beberapa tindakan pencegahan seperti memberi imbauan lisan pada masyarakat.

Selain itu imbauan tertulis baik pada ASN, Polri, kades dan perangkatnya, agar tidak terlibat politik praktis.

Bawaslu juga melakukan  pendidikan politik dalam bentuk desa sadar pemilu yang sifatnya jangka panjang baik sebelum pemilu, saat pemilu, dan pasca pemilu.

Dia mencontohkan desa sadar pemilu di Desa Manimbahoi dan Desa Parigi.

Di desa ini masyarakat diadvokasi sehingga siap menghadapi, pilkada, pileg dan pilpres. 

Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan mengatakan, di Sulsel saat kontestasi pemilihan Gubernur Sulsel berlangsung juga zona merah.

Begitu pula Gowa juga zona merah. 

“Tetapi saat pelaksanaan hijau saja. Dan kalau kita sama-sama komitmen menjalankan pemilu legialtaif dan presiden yang jujur dan bersih pasti berjalan aman dan kondusif,” tambahnya.

Dia menambahkan, penyelenggaraan pemilu kali ini menjadi hal baru karena dalam satu waktu pemilihan legislatif dan presiden.

Hal ini akan membutuhkan perhitungan cukup lama. 

“Kalau dulu 1 hari satu malam perhitungan bisa dituntaskan. Sekarang ini bisa dua hari dua malam bahkan 3 hari 3 malam,” pungkasnya.

Sumber : kabar.news
Tulisan ini berasal dari redaksi newsline.id

0 Komentar