FKM UPRI Makassar Inisiasi Kebijakan “Satu SKM Satu Desa”

0 Komentar

Makassar, newsline.id Gagasan awal Plt. Kadis Kesehatan Propinsi Sulawesi Selatan Dr. dr. H. Baso Bahtiar mengenai inovasi program pembanguan kesehatan di Sulawesi Selatan diapresiasi oleh berbagai berbagai perguruan tinggi di Makassar.

Salah satunya, FKM UPRI yang turut mengambil bagian dengan menawarkan konsep “Satu SKM Satu Desa” sebagai konsep yang dihasilkan dari serial diskusi dengan Kepala Bidang Kesmas Dinkes Provinsi Sulsel, Husni Thamrin.

Untuk memantapkan konsep “Satu SKM Satu Desa” tersebut, tim melakukan pembahasan intensif dalam menyusun konsep paper tersebut yang selanjutnya akan didiskusikan lebih luas dengan melibatkan stakeholders kesehatan lainnya.

Konsep kebijakan satu SKM satu Desa diharapkan menjadi salah satu alternatif solusi dalam menjawab kompleksitas masalah kesehatan masyarakat khususnya yang dihadapi oleh masyarakat wilayah pedesaan.

Dalam pembahasan ini dipetakan beberapa konsep inti diantaranya dasar hukum pengembangan kebijakan, tujuan yang akan dicapai, strategi dan pendekatan, kerangka kerja, tugas dan fungsi SKM di desa, dukungan yang dibutuhkan, dan, peluang serta tantangannya.

Adam Badwi yang merupakan Doktor Sosiologi Kesehatan menyatakan, keberadaan SKM di desa terasa kebutuhannya karena profesi ini akan mengawal upaya pencegahan penyakit bersumber daya masyarakat.

“Karena saat ini kelihatannya penyakit-penyakit menular dan tidak menular mengalami tren yang meningkat dimana penyakit tersebut sesungguhnya dapat dicegah secara mandiri oleh masyarakat,” ungkapnya, melalui rilis yang diterima newsline.id, Jumat (30/08).

Disisi lain, Zainuddin yang merupakan salah seorang dosen di FKM UPRI sekaligus presidium forum informasi dan komunikasi LSM Sulsel (FIK-Ornop) mengharapkan kiranya penjabaran konsep paper ini tetap mengusung strategi pemberdayaan masyarakat sebagai salah satu pilar utama supya keberadaan SKM di desa benar-benar mampu memandirikan masyarakt untuk hidup sehat.” Usulnya.

“Jika konsep ini dapat direalisasikan, maka akan menjadi inovasi Sulsel yang dapat direplikasikan secara nasional oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan merupakan katalisator pencapaian tujuan program nasional seperti Germas, stunting, dan PIS-PK,” pungkasnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi newsline.id

0 Komentar