Super Blood Moon di Indonesia Juga Dapat Disaksikan Malam ini

0 Komentar

Bulan purnama terlihat di belakang Grand Palace di Bangkok, Thailand, 31 Januari 2018. Bulan purnama, Super Blue Blood Moon merupakan kejadian langka yang terjadi dalam 150 tahun. (AP Photo/Sakchai Lalit)

Super Blood Moon malam ini dapat dipastikan terlihat di beberapa benua diantaranya Amerika, Eropa dan Afrika. Jika cuaca mendukung, benua Asia termasuk Indonesia juga akan menyaksikan fenomena ini.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini untuk wilayah yang terdampak Gerhana Bulan total dan supermoon itu untuk beberapa hari.

Peringatan dini itu adalah akan terjadinya pasang maksimum air laut di beberapa wilayah Indonesia untuk beberapa hari ke depan.

Kondisi pasang maksimum air laut ini disebutkan karena adanya fenomena supermoon (posisi perigee atau jarak terdekat bulan terhadap bumi) disertai dengan bulan purnama.

Peringatan ini berlaku mulai Sabtu (19/1/2019) hingga Selasa (22/1/2019).

Melalui instagramnya, BMKG unggah wilayah yang masuk peringatan dini tersebut antara lain:

Pesisir utara Jakarta
Pesisir utara Jawa Tengah
Pesisir utara Jawa Timur
Pesisir Cilacap
Pesisir Tanjung Benoa, Bali
Pesisir Kalimantan Barat
Pesisir Makassar

Fenomena ini akan mulai dengan gerhana bulan sebagian sekitar jam 22:34 malam EST (kawasan pesisir timur Amerika) hari Minggu. Saat itu bayang-bayang bumi mulai menutupi bulan. Gerhana bulan total – saat bayangan bumi menyelimuti bulan sepenuhnya – akan berlangsung selama 62 menit, mulai jam 11:41 malam EST hari Minggu.

Apabila cuaca cerah, keseluruhan gerhana bulan akan dapat dilihat di Amerika Utara dan Selatan, begitu juga di lokasi-lokasi seperti Greenland, Islandia, Irlandia, Britania Raya, Norwegia, Swedia, Portugal, dan pantai-pantai di Perancis dan Spanyol. Wilayah Eropa lainnya, begitu juga dengan Afrika, akan dapat memandang gerhana sebagian sebelum bulan hilang di balik awan.

Selama gerhana bulan total, bulan akan terlihat kemerahan karena sinar matahari memantul dari atmosfir bumi sehingga disebut juga sebagai bulan darah atau Blood Moon.

Tulisan ini berasal dari redaksi newsline.id

0 Komentar