SP3 Batal Demi Hukum, Pengacara Senior di Makassar Menang Pra Pradilan

0 Komentar

Makassar,Newsline.id- Kasus dugaan penipuan dan penggelapan yang dilaporkan oleh pengacara senior yakni Aiswariah Amin kini berbuntut panjang.

Pasalnya, terlapor atau yang dahulu pernah menjadi kliennya bernama Juni Mawarti pada tahun 2016, dilaporkan ke Direskrimum Polda Sulsel dengan delik aduan sesuai pasal 372 dan 378 KUHP Pidana.

Pelapor yang juga berprofesi sebagai pengacara ini melaporkan hal tersebut karena merasa ditipu oleh kliennya sebagai mana diatur dalam perjanjian kerja antara pelapor dan terlapor.

Dalam proses penyelidikan hingga naik ke tahap penyidikan Polda Sulsel pun menetapkan terlapor dalam hal ini Juni Mawarti sebagai tersangka.

Setelah itu Polda Sulsel melimpahkan berkas perkara ke Kejaksaan Tinggi Sulsel sebanyak 3 kali, Sehingga penyidik melakukan gelar perkara secara internal dan menyimpulkan bahwa kasus ini bukanlah rana Pidana tapi Perdata.

Dan akhirnya, pihak Direskrimum Polda Sulsel sepakat mengeluarkan surat Pemberitahuan Penghentian Penyidikan atau SP3 terkait laporan pelapor Aiswariah Amin.

Mendengar hal tersebut, Kuasa Hukum dari Pelapor yakni Andi Ifal Anwar merasa keberatan dengan putusan SP3 yang dikeluarkan pihak Dirkrimum Polda Sulsel.

Sehingga Kuasa Hukum Aiswariah Amin mengajukan pra pradilan ke Pengadilan Negeri Makassar dengan acuan kitab Undang-undang acara pidana pasal 77 KUHP menyebutkan masih ada upaya hukum setelah SP3.

“Maka upaya hukumnya adalah pra pradilan, maka kami selaku kuasa hukum Perlapor, menempuh upaya ini dan kami daftarkan ke pengadilan negeri makassar, “ungkapnya saat menggelar pres conference di warkop ali, Rabu 8 Juli 2020.

Andi Ifal menuturkan setelah permohonan yang diajukan ke Pengadilan Negeri Makassar diterima, Hakim memutuskan SP3 yang dikeluarkan pihak termohon yakni Direskrimum Polda Sulsel batal demi hukum atau Tidak Sah”.

“Dari fakta persidangan yang kami gugat, cukup beralasan hakim tunggal, pada pra pradilan kemudian memutuskan, Surat penetapan SP3 yang dikeluarkan Direskrimum polda sulsel, itu batal demi hukum atau tidak sah,”bebernya.

Lanjut Andi Ifal yang memenangkan pra pradilan tersebut menyampaikan kepada pihak termohon yakni Direskrimum Polda Sulsel untuk membuka kembali kasus ini sesuai perintah dari Pengadilan dengan nomor 10/Pid.Pra/2020/PN.Mks.

“Perkara ini mesti dibuka kembali, harus lanjut kembali, dan diproses kembali untuk melakukan upaya-upaya sebagaimana diatur dalam Undang-undang,”tegasnya.

Penulis : R7
Tulisan ini berasal dari redaksi newsline.id

0 Komentar