Polda Sulsel Hentikan Kasus Pemalsuan Surat, Irawati: Kami Akan Lapor Mabes Polri

0 Komentar
Irawati Lauw (foto : ist)

Irawati Lauw (foto : ist)

MAKASSAR, NEWSLINE.ID – Direktorat Reserse Kriminal Polda Sulsel menghentikan kasus dugaan pemalsuan surat outentik yang melibatkan Bos Toko Emas Bogor.

Irawati Lauw selaku Korban menyayangkan keputusan penyidik Dit Reskrimum Polda Sulsel yang memberhentikan penyelidikan kasus dugaan pemalsuan dengan alasan yang tidak rasional.

Warga yang berdomisili di Jalan Buru, Kecamatan Wajo, Makassar ini berencana melaporkan kembali kasus dugaan pemalsuan surat otentik ke Mabes Polri dalam waktu dekat ini.

Hal tersebut ditempuh Irawati setelah mengetahui jika penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sulsel memberhentikan penyelidikan kasus yang ia laporkan sejak awal Februari 2019 tersebut karena tidak ditemukan peristiwa pidana.

“Mendekat ini kami akan lapor kembali secara resmi ke Mabes Polri dengan membawa legal opini terkait kasus dugaan pemalsuan surat yang dihentikan oleh Polda Sulsel tersebut,” kata Irawati via telepon, Senin (18/3/2019).

“Tapi itu kan kewenangannya. Kita lihat saja nanti prosesnya saat kami lapor kembali di Mabes Polri,” tutur Irawati.

Disamping itu Kuasa Hukum Korban, Jarmias Rarsina membenarkan jika penyelidikan kasus dugaan pidana yang dilaporkan kliennya itu telah dihentikan oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sulsel.

“Iya betul. Penyelidikannya dihentikan dan alasan hukumnya itu juga dijelaskan penyidik di dalam SP2HP yang diberikan ke kami tanggal 15 Maret 2019,” cetus Jermias saat ditemui di sebuah cafe di Makassar.

Menurutnya, penghentian penyelidikan kasus tersebut sangat keliru. Dimana kata Jermias, jika melihat alasan hukum atau pertimbangan hukum yang dijadikan dasar penyidik sehingga berinisiatif menghentikan penyelidikan kasus dugaan pemalsuan surat otentik yang dilaporkan oleh kliennya selaku korban.

“kami sesalkan penyidik malah menghentikan penyelidikan kasus ini dengan alasan yang tidak rasional,” Jermias menandaskan.

Diketahui, Alasan hukum penghentian penyelidikan kasus tersebut juga telah dijelaskan oleh penyidik melalui Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) bernomor B/109 A2/III/RES.1.9/2019/Ditreskrimum tertanggal 8 Maret 2019 dan telah disampaikan kepada korban sekaligus pelapor, Irawati Lauw pada tanggal 15 Maret 2019.

Namun, Pernyataan tersebut sangat bertolak belakang dengan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sulsel, Kombes Pol Indra Jaya. Dimana Ia mengatakan kasus dugaan pemalsuan surat yang dimaksud telah ditingkatkan ke tahap penyidikan dan berkasnya telah dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel) untuk diperiksa.

“Sudah sidik itu. Berkas sudah tahap satu ke Kejaksaan,” singkat Indra via pesan singkat, Selasa 12 Februari 2019

Penulis : riri
Tulisan ini berasal dari redaksi newsline.id

0 Komentar