Merasa di PHP Oleh BPN, Bupati LSM LiRa Selayar Ancam Lapor Ke Polda

0 Komentar

SELAYAR,NEWSLINE.ID – Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Kepulauan Selayar diduga lambat dalam menerbitkan sertipikat kepemilikan tanah.

Hal itu disampaikan langsung oleh Bupati LSM Lumbung Informasi Rakyat (LiRa) Kepulauan Selayar, Ahmad Zulkarnaen.

Menurutnya, dalam proses pengurusan sertipikat tanah memakan waktu berbulan – bulan. Pihaknya menduga BPN sengaja mengulur – ulur waktu sementara persyaratan adminstrasi telah dipenuhi oleh pemilik.

“Kami menduga ada pihak – pihak yang sengaja menghalang – halangi proses penerbitan sertipikat tanah,” ujar Ahmad Zulkarnain kepada Newsline.id, Jumat (19/07/2019).

“Saya sebagai pemilik tanah sudah melengkapi semua syarat – syarat administrasinya sejak bulan Mei lalu tapi sampai sekarang belum terbit sertipikatnya jadi saya merasa seperti di PHP oleh pihak BPN,” tambahnya.

Lebih lanjut, Bupati LSM LiRa mengurai status kepemilikan tanah sekitar 10 Hektare yang terletak di Dusun Timur Desa Polassi Kecamatan Bontosikuyu tersebut, sebelumnya pernah diclaim oleh pihak lain sekitar bulan April lalu yakni Fatmawati dkk.

Tidak hanya itu, lanjut dia, pihaknya pernah melaporkannya ke Polres Kepulauan Selayar atas dugaan pemalsuan dokumen.

“Jadi ini tanah sekitar 10 Hektare ini memang sempat bersengketa tapi sudah selesai, pihak terlapor juga sudah mengakui bahwa tanah tersebut bukan miliknya bahkan mengakui telah memalsukan dokumennya dan itu sudah ada kesepakatan bersama,” terang Ahmad.

Oleh karena itu, lanjut dia, tidak ada lagi alasan pihak BPN Selayar untuk tidak segera menerbitkan sertipikatnya karena sengketa dan persyaratan administrasinya sudah semua dilengkapi.

“Kalau ini terus berlarut – larut tanpa ada titik terang, maka kita akan bawa masalah ini sampai ke Polda Sulsel karena sampai saat ini juga belum ada konfirmasi balik apa alasan pihak BPN belum menerbitkan sertipikatnya,” tegas Ketua LiRa, Ahmad Zulkarnaen.

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah, Kepala BPN Selayar, Muhammad Naim mengatakan bahwa objek yang dimohon oleh kuasa ahli waris Alm. Ahmad Risman telah terlebih dahulu dimohon oleh Fatmawati dengan objek yang sama, namun sampai saat ini Fatmawati belum menarik dokumen tersebut.

“Sehingga saat ini belum bisa di proses. Dan saudara Fatmawati dkk juga bersurat ke kanwil agar permohonan berkas saudara Ahmad Risman tidak diproses karena akan menempuh jalur perdata,” kata Muhammad Naim.

Sementara itu, lanjut dia, BPN telah menyurati saudara Fatmawati dkk agar menarik berkasnya namun Fatmawati tidak mau dengan alasan bahwa sesuai surat pernyataan akan dibicarakan secara kekeluargaan dan sampai saat ini pihaknya belum menerima hasil pembicaraan secara kekeluargaan.

“Tetapi dalam waktu dekat akan melakukan gelar perkara secara internal, dan rencana juga Minggu depan akan di gelar kasusnya secara internal lalu di laporkan ke kanwil,“tuturnya.

Penulis : harlin
Tulisan ini berasal dari redaksi newsline.id

0 Komentar