Dikeroyok 17 Temannya, Santri di Sumbar Meninggal Dunia

0 Komentar
Pengeroyokan Santri di Asrama Pondok Pesantren Nurul Ikhlas Padang Panjang, Sumatera Barat. (detikcom)

Pengeroyokan Santri di Asrama Pondok Pesantren Nurul Ikhlas Padang Panjang, Sumatera Barat. (detikcom)

PADANG, NEWSLINE.ID- Robi Alhalim, santri yang dikeroyok belasan rekannya di asrama Pondok Pesantren Nurul Ikhlas Padang Panjang, Sumatera Barat meninggal dunia, pagi ini.

Robi meninggal dunia di Rumah Sakit DR. Muhammad Djamil, setelah tak sadarkan diri selama lebih dari sepekan.

“Saya bisa mengkonfirmasi bahwa korban meninggal dunia pagi ini,” kata pejabat pemberi informasi Rumah Sakit Dokter Muhammad Djamil Padang, Gustavianof dilansir detikcom, Senin (19/2/2019).

Menurut Gustavianof, Robi diketahui meninggal dunia sekitar pukul 06.22 Wib.

Awalnya, ia dirawat di RSUD Padang Panjang sebelum dilarikan ke rumah sakit Padang pada Minggu (10/2/2019) dinihari.

Ia menjadi korban keganasan belasan rekan-rekannya di asrama Pondok Pesantren Nurul Ikhlas.

Pengeroyokan dan penganiyaan yang dialami Robi membuatnya tak sadarkan diri hingga tewas.

Polisi sudah menetapkan 17 orang sebagai tersangka pengeroyokan.

Dalam pemeriksaan terungkap, korban dikeroyok selama 3 hari di kamar asrama.

“Dari hasil gelar perkara, penyidik sampai pada kesimpulan untuk menetapkan ke-17 anak tersebut sebagai anak pelaku. Anak pelaku merupakan sebutan lain bagi tersangka dalam kasus yang melibatkan anak-anak, karena kita berpedoman pada UU Perlindungan Anak,” kata Kasat Reskrim Polres Padang Panjang, Iptu Kalbert Jonaidi, Jumat (15/2/2019).

Ia menjelaskan, ada 19 orang santri yang diduga terlibat dan terkait kasus tersebut.

17 orang ditetapkan sebagai anak pelaku, sementara dua lainnya masih berstatus sebagai aksi.

Kalbert mengungkapkan, sampai saat ini para santri yang telah ditetapkan sebagai anak pelaku tidak ditahan, sesuai permintaan pihak sekolah dan orang tua.

Sumber : detikcom
Tulisan ini berasal dari redaksi newsline.id

0 Komentar