Besok, Makassar Resmi Gelar PSBB

0 Komentar

Makassar,Newsline.id – Berbagai persiapan dilakukan Pemerintah Kota Makassar jelang pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Makassar pada Jumat 24 April 2020 besok.

Seperti membagi enam akses utama masuk wilayah Makassar, dimana berdiri pos-pos yang akan dijaga ketat personil gabungan untuk membatasi aktifitas warga yang hendak keluar masuk kota.

Langkah tersebut akan dilakukan selama 14 hari sebagai bentuk upaya pemerintah Kota Makassar dalam memerangi penyebaran wabah virus Corona yang semakin hari mengkhawatirkan.

Akan tetapi sebelum itu, Pemerintah Kota Makassar tengah melakukan uji coba selama tiga hari untuk melakukan sosialisasi serta melihat atensi masyarakat saat penerapan PSBB di Kota Makassar nantinya.

Ditambah lagi, pemerintah menyediakan sebanyak 60.000 paket sembako untuk disalurkan ke masyarakat selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar dilaksanakan di Makassar.

Bantuan sosial berupa paket sembako bagi masyarakat terdampak covid-19 telah didistribusikan sejak dimulainya masa uji coba PSBB. Hingga kini paket bantuan yang disalurkan belum merata.

Dimana, data sementara yang dihimpun hanya sebanyak 2.000 paket bantuan sosial yang sementara ini disalurkan, masih ada tersisa 4.000 paket yang belum tersalurkan ke masyarakat yang berhak dan terdampak Covid-19.

Kadinsos Kota Makassar, Mukhtar Tahir mengatakan, penyalurannya akan bertahap karena besok bertepatan hari pertama puasa. “Ini baru kita uji coba saja, yang sudah terdistribusi itu baru sekitar 2.000-an,”ungkapnya, Kamis (23/4/2020).

Disisi lain, Komisioner Ombudsman Kota Makassar Nurul Fitratullah Abbas menekankan agar pemerintah kota Makassar menyalurkan bansos tersebut secara merata dan tepat sasaran.

“Pemerintah Kota Makassar harus teliti dalam menyalurkan bantuan sosial ini, pendataannya harus akurat jangan sampai ada masyarakat yang layak menerima namun tidak kebagian, sebab dengan kondisi seperti ini diperlukan keadilan yang merata karena ini menyangkut kemaslahatan Ummat ,”ujarnya, Selasa (21/4/2020).

Nurul Menambahkan masyarakat juga perlu ikut serta dalam mengawal penyaluran bantuan sosial ini.

“Apabila ada masyarakat seharusnya layak mendapat bantuan sosial tersebut, namun tidak kebagian atau jumlah nominal yang diterima penerima bansos tidak sesuai dengan yang ditetapkan pemerintah hal ini bisa dilaporkan secara online kek ami melalui http://bit.ly/laporkidiombudsman,”tambahnya. (R7)

Tulisan ini berasal dari redaksi newsline.id

0 Komentar