Akhirnya, Pemkot Makassar Cabut Izin Usaha Toko New Agung

0 Komentar

Makassar,Newsline.id- Pemerintah Kota lewat Dinas Perdagangan telah mengeluarkan surat rekomendasi ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu untuk pencabutan izin usaha Toko New Agung.

Surat pencabutan izin usaha ditanda tangani langsung Kepala DPM-PTSP Kota Makassar, H.A.Bukti Djufri dengan Nomor 505/18/S.KEP/DPMPTSP/V/2020 tertanggal 5 Mei 2020.

SK pencabutan Izin Usaha Toko New Agung

Bagaimana tidak, Toko yang menjual kebutuhan Alat Tulis Kantor yang beralamat dijalan Dr. SAM Ratulangi itu secara terang-terangan melanggar Perwali 22 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar.

Dimana dalam aturan tertuang larangan bagi toko non kebutuhan pokok (non sembako) untuk tidak beroperasi selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar sedang berlangsung.

Akan tetapi, Toko Agung hingga hari ke sebelas PSBB Makassar, masih tetap beroperasi dengan berbagai macam alasan, seperti melakukan transaksi secara online (Take Away).

Namun kenyataannya, Toko new Agung yang beralamat dijalan Dr.Sam Ratulangi malah beroperasi secara sembunyi-sembunyi dengan menutup sebagian pintu tokoh dengan harapan tidak diketahui.

Hingga petugas penegak Perda dari Satpol PP Makassar turun langsung dan mendapati toko tersebut sedang melayani pembeli secara langsung.

Hal tersebut menjadi acuan Dinas Perdagangan Kota Makassar untuk menindak tegas para pelaku usaha yang tidak mengindahkan imbauan pemerintah semasa pemberlakuan PSBB.

Kepala Dinas Perdagangan kota Makassar,Muh Yasir (ist).

Dinas Perdagangan Kota Makassar, Muh Yasir saat dikonfirmasi mengatakan perihal pelanggaran yang dilakukan Toko Agung, pihaknya telah mengambil langkah tegas berupa surat rekomendasi penutupan usaha.

“Sesuai aturan, kita tindak tegas dengan menutup usahanya,”tegas Muh Yasir, Selasa (5/5/2020).

Sebelumnya, petugas Satpol PP menertibkan sejumlah lokasi dan tempat usaha yang masih beroperasi di tengah pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Makassar.

Kasatpol PP Kota Makassar, Imam Hud (ist)

Kasatpol PP Kota Makassar, Imam Hud yang memimpin langsung penegakan Perwali Nomor 22 Tahun 2020 mengaku geram dan kecewa dengan sikap pengelola Toko yang hanya mementingkan bisnis pribadinya.

Menurutnya, pengelola seakan tidak paham dengan aturan yang dikeluarkan pemerintah, dimana sampai hari ke sepuluh pemberlakuan PSBB di Makassar, Toko tersebut masih beroperasi dengan berbagai alasan.

“Berbagai macam alasan berkedok online, tidak ada online take away, ternyata didalam masih membuka dan masih banyak yang belanja didalam, tidak ada urusan untuk toko non sembako,”tegas Imam Hud, Senin (4/5/2020).

Lanjut Imam Hud, mengatakan adanya dengan kejadian ini, pihaknya akan menindak lanjuti sikap pengelola yang tidak patuh terhadap aturan ke Pemerintah Kota Makassar untuk diberikan sanksi.

“Ini harus ditindak lanjuti dan kami akan segera rapat evaluasi dan saya akan laporkan langsung ke bapak pj walikota bahwa toko agung ini benar benar melawan psbb dengan tidak patuh,”pungkasnya.

Penulis : R7
Tulisan ini berasal dari redaksi newsline.id

0 Komentar