Mahasiswa UHO Tewas Ditembak, HMI Cabang Baubau Minta Copot Kapolda Sultra

0 Komentar

Baubau, newsline.idHimpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Baubau mengecam tindakan represif yang dilakukan aparat kepolisian terhadap aksi serentak yang dilakukan Mahasiswa di berbagai daerah

Termasuk insiden yang terjadi di depan Kantor DPRD Provinsi Sultra yang menewaskan satu orang Mahasiswa Fakultas Perikanan Universitas Halu Oleo, Randi (22), Kamis (26/09/2019).

Mahasiswa Fakultas Perikanan Universitas Halu Oleo, Randi (22) yang tewas saat aksi di depan Kantor DPRD Provinsi Sultra, Kamis kemarin.

Hal itu dengan tegas disampaikan langsung oleh Ketua Umum HMI Cabang Baubau, La Ode Rizki Satria Adi Putra berdasarkan rilis yang diterima newsline.id

Menurut dia, tindakan represif yang dilakukan aparat kepolisian dalam mengamankan jalannya aksi Mahasiswa bukan baru pertama kali dilakukan namun sangat sering terjadi.

Tidak hanya di Jakarta, bahkan di berbagai daerah yang melakukan aksi dalam rangka menolak revisi beberapa undang-undang yang dianggap tidak pro rakyat pun hampir semua mendapatkan perlakuan yang sama dari pihak kepolisian.

“Salah satunya terjadi di Kota Kendari Sulawesi Tenggara hingga mengakibatkan salah satu aktivis IMM di Kota kendari siang tadi menghembuskan nafas terakhirnya akibat hantaman peluru yang pas mengenai dadannya. Kepergian Randi merupakan duka mendalam bagi seluruh elemen mahasiswa Se – Indonesia khususnya Sulawesi Tenggara,” ujar Ketua Umum HMI Cabang Baubau, La Ode Rizki.

Olehnya itu, lanjut dia, Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Baubau menganggap bahwa ini adalah sebuah pelanggaran etik yang dilakukan oleh kepolisian sebab sangat menyalahi SOP Pengamanan Penyampaian pendapat di muka umum serta sangat bertentangan dengan peraturan yang berlaku.

“Jadi Kapolda Sulawesi Tenggara harus bertanggungjawab terhadap perbuatan anggotanya yang telah menewaskan aktivis Mahasiswa,” tutur Ketua Umum HmI Cabang Baubau, La Ode Rizki.

Selain itu, pihaknya juga meminta Kapolda Sultra untuk angkat kaki dan meninggalkan Bumi Anoa karena dinilai tidak mampu menciptakan keadaan kondusif dan tidak mampu memerintahkan jajarannya untuk menjaga keamanan mahasiswa serta melindungi mahasiswa yang merupakan representatif masyarakat.

“Jika dalam waktu 14 hari tuntutan kami tidak dipenuhi, maka kami akan melakukan aksi besar – besaran diberbagai daerah Sulawesi Tenggara untuk mendesak pencopotan KAPOLDA,” tegas Ketua Umum HMI Cabang Baubau, Lao Ode Rizki.

Terakhir, pria yang akrab disapa Cikal menyampaikan bela sungkawa dan duka yang mendalam terhadap kepergian saudara Randi. Semoga almarhum mendapatkan tempat yang diridhoi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan dapat tabah menerima cobaan pencipta semesta.

Tulisan ini berasal dari redaksi newsline.id

0 Komentar