Kontroversi RUU Permusikan, Jason Ranti: Baunya Bau Pesing Orde Baru!

0 Komentar
Jason Ranti

Jason Ranti

NEWSLINE.ID- Rancangan Undang-Undang (RUU) Permusikan terus menuai kritikan dari kalangan musisi itu sendiri.

Bahkan musisi beraliran folk, Jason Ranti, menyebut jika dalam salah satu pasal tepatnya pasal 5 RUU Permusikan ibaratnya baunya bau pesing Orde Baru.

“Kalau buku bisa dibakar, tapi kalau lagu itu ada dalam pikiran, dalam memori. Bagaimana cara memberangusnya? Sekali lagi pasal 5 itu baunya bau pesing Orde Baru,” katanya dikutip dari tirto.id, Kamis (31/1/2019).

Pasal 5 disebut sebagai aturan “karet” oleh sejumlah pihak lantaran isinya tentang beberapa larangan bagi para musisi: dari mulai membawa budaya barat yang negatif, merendahkan harkat martabat, menistakan agama, membuat konten pornografi hingga membuat musik provokatif.

Dewan Pimpinan Rakyat (DPR) RI tengah menggodok Rancangan Undang-Undang (RUU) Permusikan.

RUU Permusikan ini pun menuai sejumlah kritikan dari kalangan musisi Indonesia maupun para penikmat musik tanah air.

Pasalnya RUU Permusikan ini dinilai berpotensi bakal mengekang kreatifitas dalam bermusik bahkan ada Indikasi kekuasaan dalam hal ini Pemerintah ingin meyeragamkan selera bermusik.

Hal ini tertuang dalam Pasal 5 yang disebut sebagai pasal “karet”, isinya tentang bagi para musisi: dari membawa budaya barat yang negatif, merendahkan harkat martabat, menistakan agama, membuat konten pornografi hingga membuat musik provokatif.

Dilansir dari Tirto.id, Kamis (31/1/2019), musisi Danilla mengatakan bahwa pasal ini nantinya bukan hanya mengekang para musisi tetapi juga para pendengar musik.

“Bagaimana jika mereka enggak menikmatinya lagi? Dengar lagu saja ada regulasinya. Seni menyangkut rasa, isi kepala, dan hati banyak yang mau dicurahkan. Terlalu luas dan susah untuk memberi batasan, baik pelaku dan penikmat,” ujarnya dikutip dari Tirto.id.

Sementara itu Ucok Homicide mengatakan jika RUU Permusikan ini aturan dari penggabungan tradisi Orde Lama dan Orde Baru.

“Saya hampir Speechless. Ini sama saja dari gabungan Orda Baru dan Orde Lama. Semua kaya lelucon saja. Maksud saya, hampir semua pasalnya karet. Efek Rumah Kaca dan Homicide masuk banget bisa dipidana sama aparat hukum. Definisi asing dan lokal gimana? Definisi negatif dan positif seperti apa?,” paparnya.

Sebelumnya RUU Permusikan per Agustus 2018 masuk dalam daftar Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2019 menempati urutan 48.

Sumber : Tirto.id
Tulisan ini berasal dari redaksi newsline.id

0 Komentar