Hebat, Sherly Annavita Blak Blakan Sindir Jokowi di ILC. Siapa Dia?

0 Komentar



Makassar, newsline.idSosok Sherly Annavita Rahmi mendadak jadi sorotan dalam program Indonesia Laywer Club (ILC) TV One semalam, Rabu (21/08/2019).

Ia tampak duduk berdampingan dengan narasumber ILC lainnya seperti Rocky Gerung, Fahri Hamzah, Fadli Zon, Maruarar Sirait serta politisi muda PSI Tsamara Amany.

Sherly tampil menjadi pembicara mewakili millenal Influencer pada acara yang dipandu oleh Karni Ilyas itu.

Berdasarkan pantauan newsline.id, Perempuan kelahiran Aceh ini dengan lantang menyindir rencana kebijakan presiden Jokowi soal memindahkan ibu kota ke daerah Kalimantan.

Menurutnya, rencana pemindahan ibu kota sedikit banyaknya akan menohok tentang kapasitas Jokowi dalam memerintah.

Bahkan alasan yang disampaikan Jokowi untuk memindahkan Ibu kota sama halnya mengkonfirmasi kegagalan beliau dalam memenuhi janji kampanye saat Pilgub dan Pilpres.

“Alasan Jokowi untuk memindahkan ibu kota seolah mengonfirmasi kegagalan beliau saat kampanye Pilgub dan menjadi presiden,” kata Sherly.

Pasalnya, Ia juga mengungkap bahwa salah satu program besar Jokowi saat mencalonkan diri sebagai Gubernur dan menjadi Presiden untuk menyelesaikan segala keruwetan Jakarta termasuk didalamnya ada banjir, macet, polusi dan lain – lain.

Menurut dia, jika keputusan Jokowi untuk memindahkan ibu kota negara dengan alasan itu, maka sama halnya Jokowi gagal menangani permasalahan yang saat ini terjadi.

“Artinya Pak Jokowi tertinggal saat menjabat sebagai Gubernur dan menjadi Presiden,” tegasnya.

Kemudian, lanjutnya, jika alasan kedua pemindahan itu adalah untuk pemerataan pembangunan. Menurutnya juga kurang tepat.

“Harusnya solusi yang ditawarkan adalah meningkatkan pengawasan pemerataan pembangunan itu ke daerah – daerah bukan memindahkan Ibu kota ke daerah tersebut,” terang Sherly.

Jadi, jangan sampai kemudian alasan pemerataan pembangunan ini justru memicu adanya konflik baru seperti kecemburuan sosial dari provinsi-provinsi lainnya.

“Karena tidak ada jaminan pemerataan pembangunan di Indonesia ketika ibu kota itu dipindahkan ke daerah lain, sebutkan kalimantan. Justru menimbulkan konflik baru,” tambahnya.

Sherly Annavita yang mengaku sebagai bagian dari kaum milenial juga melihat, bahwa pemindahan ibu kota bukanlah hal yang mendesak untuk dilakukan oleh pemerintah Indonesia saat ini. Soalnya ada hal yang lebih mendesak yang harus diprioritaskan Presiden Jokowi seperti pengangguran dan lapangan kerja.

“Ini bukan hal yang mendesak untuk negara lakukan sekarang. Apalagi pemindahan ibu kota sudah direncanakan oleh presiden-presiden sebelumnya. Ini sebetulnya sebuah alasan yang bisa dibilang klise karena tidak menjawab masalah, bahkan terkesan pembelaan belaka,” ucap Sherly Annavita.

Olehnya itu, Sherly Annavita menilai, pemindahan ibu kota ini bukan hal yang mendesak dan masih banyak permasalahan di Indonesia yang seharusnya menjadi prioritas. Apalgi dana 466 Trilun untuk pemindahan ibu kota itu bukan dana kecil. Sumber-sumber juga kemungkinannya dari utang dan jual aset.

“Sementara di sisi lain ada pekerjaan yang lebih mendesak, seperti pengangguran, dan lapangan khususnya bagi anak muda. Jangan sampai pemindahan ibu kota ini mengesampingkan hal yang seharusnya menjadi utama. Bahkan seharusnya negara hadir untuk memastikan terlaksananya hal tersebut demi keadilan dan kemamuran Indonesia,” jelasnya.

Sekedar diketahui, Sherly Annivita Rahim adalah Perempuan yang lahir di Lhokseumawe, Aceh pada 12 September 1992 dari pasangan Annafinas dan
Yanti Elnida.

Sosok perempuan yang begitu lantang menyindir kebijakan Presiden Jokowi ini pernah menjadi Mahasiswi Jurusan Hubungan Internasional, Universitas Paramadina, Jakarta. (Semester Empat)

Kemudian pada 2016 Sherly Annavita melanjutkan pendidikan di Fakultas Hukum dan Bisnis, Swinburne University, Melbourne, Australia.

Di bidang akademis, Sherly Annavita memang memiliki segudang prestasi yang cemerlang bahkan hingga ke luar negeri sehingga dengan segudang prestasi yang diraihnya menjadikan dirinya hidup mandiri di Jakarta meskipun orang tuanya tetap berada di Aceh.

Ia juga kerap diundang menjadi pembicara diberbagai acara anak muda, baik itu acara seminar maupun workshop.

Bahkan Sherly memang dikenal suka memberikan pandangan mengenai politik baik melalui tulisan – tulisanya maupun video yang diunggah di instagram miliknya.

Selain punya prestasi akademik, Sherly juga hebat dalam bidang agama. Terbukti saat dirinya pernah menjadi juara pertama Syarhil Quran MTQ tingkat Kota Lhokseumawe, Aceh Utara (2008). Kemudian pada tahun 2010, Ia meraih Juara pertama Syarhil Quran MTQ Aceh Utara (2010).

Tak hanya itu, bahkan Sherly Annivita pernah menjadi finalis acara Pildacil tahun 2006 serta finalis Dai Muda di ANTV tahun 2012.

Tulisan ini berasal dari redaksi newsline.id

0 Komentar