Bukanya Turun, Iuran BPJS Kesehatan Kelas I Naik Jadi Rp150.000

0 Komentar

Newsline.id- Bukannya turun Presiden Republik Indonesia yakni Joko Widodo menaikkan iuran BPJS Kesehatan bagi peserta bukan penerima upah (PBPU) atau mandiri.

Kenaikan tersebut akan berlaku mulai 1 Juli 2020, berdasarkan Perpres Nomor 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua Atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

Hal tersebut merupakan tindak lanjut Mahkamah Agung (MA) yang sebelumnya membatalkan kenaikan iuran BPJS Kesehatan. Untuk kelas I dan II, kenaikan lebih rendah Rp10.000 dari tarif yang pernah dinaikkan.⁣

Kepala Humas BPJS Kesehatan, M Iqbal Anas Ma’ruf menjelaskan, perhitungan pemberlakuan penyesuaian iuran sesuai dengan Putusan MA adalah per 1 April 2020.

Untuk iuran Januari sampai Maret 2020 tetap mengacu pada Perpres 75 tahun 2019, yaitu sebesar Rp 160.000 untuk kelas I, Rp 110.000 untuk kelas II dan Rp 42.000 untuk kelas III.

“Untuk iuran Januari sampai Maret 2020, tidak ada pengembalian atau dikompensasi di bulan berikutnya, namun terhadap kelebihan iuran peserta JKN-KIS yang telah dibayarkan pada bulan April 2020 akan dikompensasikan ke iuran pada bulan berikutnya,” kata Iqbal beberapa waktu lalu dilansir Suara.com.

Berikut tarif baru yang berlaku per 1 Juli 2020:⁣

  1. Kelas I dengan tarif lama Rp80.000 tetap selama April, Mei, Juni dan naik menjadi Rp150.000 mulai Juli 2020.⁣
  2. Kelas II dengan tarif lama Rp51.000 tetap selama April, Mei, Juni dan naik menjadi Rp100.000 mulai Juli 2020.⁣
  3. Kelas III dengan tarif lama Rp25.500 tetap pada 2020 dan naik menjadi Rp35.000 pada 2021 dan tahun berikutnya. Pemerintah mensubsidi Rp7.000.⁣
Penulis : R7
Tulisan ini berasal dari redaksi newsline.id

0 Komentar