Upaya Pemerintah Kekang Selera Musik Melalui RUU Permusikan

0 Komentar
RUU Permusikan

Gigs musik (thegryphon.co.uk)

NEWSLINE.ID- Dewan Pimpinan Rakyat (DPR) RI tengah menggodok Rancangan Undang-Undang (RUU) Permusikan.

RUU Permusikan ini pun menuai sejumlah kritikan dari kalangan musisi Indonesia maupun para penikmat musik tanah air.

Pasalnya RUU Permusikan ini dinilai berpotensi bakal mengekang kreatifitas dalam bermusik bahkan ada Indikasi kekuasaan dalam hal ini Pemerintah ingin meyeragamkan selera bermusik.

Hal ini tertuang dalam Pasal 5 yang disebut sebagai pasal “karet”, isinya tentang bagi para musisi: dari membawa budaya barat yang negatif, merendahkan harkat martabat, menistakan agama, membuat konten pornografi hingga membuat musik provokatif.

Dilansir dari Tirto.id, Kamis (31/1/2019), musisi Danilla mengatakan bahwa pasal ini nantinya bukan hanya mengekang para musisi tetapi juga para pendengar musik.

“Bagaimana jika mereka enggak menikmatinya lagi? Dengar lagu saja ada regulasinya. Seni menyangkut rasa, isi kepala, dan hati banyak yang mau dicurahkan. Terlalu luas dan susah untuk memberi batasan, baik pelaku dan penikmat,” ujarnya dikutip dari Tirto.id.

Sementara itu Ucok Homicide mengatakan jika RUU Permusikan ini aturan dari penggabungan tradisi Orde Lama dan Orde Baru.

“Saya hampir Speechless. Ini sama saja dari gabungan Orda Baru dan Orde Lama. Semua kaya lelucon saja. Maksud saya, hampir semua pasalnya karet. Efek Rumah Kaca dan Homicide masuk banget bisa dipidana sama aparat hukum. Definisi asing dan lokal gimana? Definisi negatif dan positif seperti apa?,” paparnya.

Sebelumnya RUU Permusikan per Agustus 2018 masuk dalam daftar Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2019 menempati urutan 48.

Tulisan ini berasal dari redaksi newsline.id

0 Komentar