Bolmut,dotNews.id – Pemerintah Kabupaten Bolmong Utara (Bolmut), menyerahkan penghargaan kategori Sekolah Adiwiyata, tingkat kabupaten tahun 2022, pada enam sekolah dasar.
Ke enam sekolah masing-masing, SDN 1 Batubantayo, SDN 2 Biontong, SDN 1 Pimpi, SDN 2 Bolangitang dan SDN 1 Bunong serta MI Pontak.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Bolmut, Hidayat Panigoro mengatakan, penghargaan yang diraih enam sekolah ini merupakan bukti kerja sama yang baik terhadap dunia pendidikan bersama pemerintah daerah. “Kami ucapkan selamat kepada sekolah peraih penghargaan Adiwiyata tingkat kabupaten ini. Demikian pula, kami sampaikan terima kasih kepada sejumlah lembaga, para guru dan masyarkat, yang telah ikut berpartisipasi dan selalu memberikan pendampingan,” ungkap Hidayat, Jumat (23/12).
Ia mengatakan, penghargaan yang diberikan kepada enam sekolah tersebut karena telah membangun dan mensukseskan program pemerintah dalam penanggulangan lingkungan hijau, bersih, sehat, dan mampu mendorong terciptanya pengetahuan serta kesadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup. “Ini adalah salah satu bentuk kerja sama dan kolaborasi yang baik antara pihak sekolah, masyarakat dan pemerintah,” sebutnya.
Menurut dia, Sekolah Adiwiyata merupakan bagian program Kementerian Lingkungan Hidup yang dituangkan pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 05 Tahun 2013 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Adiwiyata. “Kami berharap acara workshop persiapan untuk calon sekolah adiwiyata provinsi 2022 dapat bermanfaat dan bisa dimaksimalkan oleh sekolah adiwiyata peserta kegiatan sehingga mampu meraih penghargaan di tingkat Provinsi Sulut,” tutup Hidayat.
Ditempat yang sama, Kepala Dinas Dikbud Bolmut, Fadly Tajudin Usup menambahkan, program Sekolah Adiwiyata sudah dilaksanakan sejak tahun 2016 melalui program CSR bidang pendidikan.
Dikbud, kata dia, akan mendukung penuh program Sekolah Adiwiyata mulai dari studi banding, workshop, kajian lingkungan, pelatihan, pembentukan siswa peduli lingkungan (Sisduling), bank sampah, pembuatan biopori, greenhouse, komposter dan sarana prasarana penunjang lainnya. “Semoga penghargaan ini menjadi bagian penyemangat untuk bisa lebih baik dan menjadi contoh sekolah lainnya,” harap Usup.(rap)