Temukan Indikasi Kecurangan, Cakades Iksar Rais Minta PSU di TPS ini

0 Komentar


Selayar, newsline.id — Sebanyak 54 Desa se Kabupaten Kepulauan Selayar menggelar Pilkades serentak, 05 Desember 2019.

Berdasarkan pantauan kami, hampir semua berjalan lancar dan aman. Kecuali hasil pemilihan kepala desa Bontobulaeng, Kecamatan Pasimasunggu Timur, menuai protes.

Pasalnya, hasil pemilihan Kepala Desa Bontobulaeng tidak diterima oleh pendukung calon kepala desa Nomor urut 3 (Iksar Rais) lantaran ditemukan adanya indikasi kecurangan dilapangan.

Saat dimintai keterangan, calon Kepala Desa Bontobulaeng nomor urut 3 Iksar Rais Rais membenarkan adanya indikasi kecurangan tersebut.

“Kami menemukan ada indikasi kecurangan di lapangan dengan adanya 2 pemilih siluman yang berasal dari desa lain (Bontojati) dan ikut memilih di TPS 3 sehingga kami merasa dirugikan,” ujar Iksar Rais saat dikonfirmasi, (07/12/2019).

Olehnya itu, lanjut Icca sapaan akrab mantan Ketua Umum DPP Himpunan Pelajar Mahasiswa Kepulauan Selayar (HPMKS) meminta agar surat suara kedua orang ini dikeluarkan dari kotak suara karena dianggap sebagai pemilih siluman berdasarkan bukti identitas. Serta adanya rekaman suara yang menyatakan bahwa keduanya memilih salah satu calon karena dibayar dengan harga 1 juta satu orang.

Lebih lanjut lagi, Ikhsar Rais menjelaskan bahwa berdasarkan hasil perhitungan di TPS 3 Desa Bontobulaeng pihaknya memperoleh suara 421 dan nomor urut 5 memperoleh suara 422. Sehingga Ia menduga kalau kedua pemilih siluman tersebut telah menambah dua suara untuk rivalnya.

Apalagi yang bersangkutan mendapat undangan memilih jam 11 siang. Itupun, menurut dia, undangan tersebut diberikan bukan oleh PPKD tapi melalui timses nomor urut 5.

Kemudian setelah dicek ternyata yang bersangkutan tidak memiliki E-KTP padahal sebelumnya sudah ada kesepakatan bersama PPKD bahwa undangan memilih disebarkan paling lambah H-1 sebelum pencoblosan.

“Jadi kalau dua pemilih siluman ini tidak ikut mencoblos maka nomor urut 5 dipastikan hanya akan memperoleh suara 420. Karena jelas sekali yang memainkan skenario pemilih siluman itu hadir adalah kubu nomor urut 5,” jelasnya.

“Kita punya saksi dan bukti – bukti yang jelas dan tim nomor 5 sendiri serta ketua panitia juga mengakui itu,” tambahnya.

Olehnya itu, sebagai pihak yang merasa telah dirugikan, calon nomor urut 3 Iksar Rais mengaku akan terus mengawal proses ini hingga selesai.

Pihaknya juga meminta bahwa ketika tidak ada proses penyelesaian yang adil maka dilakukan PSU pada TPS yang dianggap telah memicu persoalan.

“Kami akan terus mensandra kotak suara dan tidak boleh keluar dari wilayah Pasimasunggu Timur sampai ada penyelesaian yang adil.  Kalau tidak, kami minta dilakukan pemungutan suara ulang (PSU) di TPS 3,” tegas Iksar Rais.

Sebelumnya, berdasarkan hasil perhitungan suara pasca dilakulan pencoblosan pada Kamis kemarin, nomor urut 5 Andi Mukhtamar berhasil unggul satu suara dari rivalnya nomor urut 3 Iksar Rais.

Akan tetapi karena dianggap adanya dugaan kecurangan sehingga hasil perhitungan suara menuai protes. Ratusan pendukung calon kepala Desa nomor urut 3 mendatangi kantor Camat Pasimasunggu Timur untuk melakukan protes ke PPK tingkat desa.

Tulisan ini berasal dari redaksi newsline.id

0 Komentar