Tanahnya Dijual Tapi Belum Dilunasi, Warga Selayar Ini Terancam Tidak Naik Haji

0 Komentar


Selayar, newsline.id  Kasus dugaan penipuan yang dilakukan oleh terlapor Alvian Pramana kembali meresahkan warga Selayar.

Pasalnya, warga yang telah menjadi korban atas penjualan tanah miliknya, kini hanya bisa berharap kepada pengusaha asal Jakarta itu untuk melunasi sisa pembayarannya.

Hal itu diungkapkan oleh Alimuddin (55), salah seorang warga Desa Polassi Kecamatan Bontosikuyu, Selayar, lantaran sekian lama tanahnya terjual namum hingga saat ini belum terbayar lunas.

Saat dikonfirmasi newsline.id, Minggu (02/02/2020) Alimuddin mengakui telah menjual sebanyak 4 hektare tanah miliknya yang terletak di sekitar Kawasan Bukit Nane, Desa Polassi, Kecamatan Bontosikuyu.

Sekedar diketahui Kawasan Bukit Nane merupakan satu daerah yang berpontensi menjadi objek wisata di Kepulauan Selayar.

“Iya pak, belum dibayar lunas padahal waktu perjanjiannya sudah lama. Baru panjarnya atau tanda jadinya yang dibayar,” ungkap Alimuddin.

Sementara itu, kata dia, surat keterangan tanah miliknya telah dipegang oleh Alvian Pramana namun tanah yang semestinya terjual 900 juta itu hingga hari ini baru 90 Juta yang dibayar.

“Jadi pembayaran pertama itu sebanyak 75 Juta. Kemudian saya minta lagi tambahan pada bulan April sebanyak 15 juta. Semua baru 90 juta dikasi pak, padahal itu perjanjiannya 900 juta,” ujarnya.

Dengan demikian, pria paru baya ini berharap kepada Alvian Pramana untuk segera melunasi sisa pembayaran tanahnya. Sebab, Ia berharap dengan uang hasil penjualan tanah itu akan menunaikan salah satu rukun Islam.

“Mudah-mudahan pak Alvian bisa lunasi cepat karena itu uang mau kita pake. Harapan kita kalau sudah dibayar, uang itu bisa dipake naik haji sama istri,” tuturnya.

Sebelumnya, salah seorang Warga Kepulauan Selayar asal Desa Kayuadi juga curhat atas tidak kooperatifnya terlapor Alvian Pramana atas dugaan penipuan jual beli tanah di Selayar.

Sirajuddin mengaku sangat geram dengan sikap yang dilakukan oleh terlapor yakni Alvian Pramana. Bagaimana tidak, sampai detik ini tidak ada kabar baik yang diterima warga Kepualauan Selayar terkait sisa pembayaran atas tanah yang dijualnya ke pengusaha asal Jakarta (Alvian Pramana).

Hal tersebut diungkap Sirajuddin karena hingga saat ini belum mendapatkan sisa pembayaran. Sementara, Surat Keterangan Tanah (SKT) telah diambilnya dengan alasan peningkatan status tanah menjadi sertifikat di Badan Pertanahan Negara (BPN) Selayar.

“Belum pi dilunas pak, sampai sekarang saya masih menunggu pelunasannya pak Alvian yang telah membeli tanahku, padahal kita sangat butuh dana pak,” ungkap Sirajuddin saat dikonfirmasi newsline.id lewat via telepon, Jumat (31/1/2020) kemarin lalu.

“Surat tanahnya ada sama dia, dia yang pegang, saya hanya pegang bukti kuitansi panjar penjualan tanah, itupun yang datang bawa uang pak Rasman Alwi langsung, tapi yang diakta disaksikan notaris itu tertulis nama pak Alvian,” lanjutnya.

Dengan demikian, pihaknya berharap kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus yang telah merugikan dirinya sebagai pemilik tanah.

“Mudah-mudahan ini kasus bisa cepat selesai Pak dan uang pelunasan tanah kami bisa cepat didapat,” pungkas Sirajuddin.

Sebelumnya, Rasman Alwi telah melaporkan pengusaha Jakarta (Alvian Pramana) di Polres Kepulauan Selayar pada tanggal 10 September lalu atas dugaan penipuan.

Atas laporan itu, pihak Penyidik Polres Kepulauan Selayar juga telah dua kali melakukan pemanggilan terhadap terlapor Alvian Pramana (AP). Surat panggilan pertama dilayangkan pada tanggal 14 Oktober dan panggilan kedua pada tanggal 1 November 2019. Namun, pihaknya (Alvian Pramana) selalu mangkir.

Namun demikian, terlapor atas nama Alvian Pramana telah dinaikkan statusnya ke tahap penyidikan oleh Polres Kepulauan Selayar.

Hal itu diketahui berdasarkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penelitian Laporan (SP2HP) teranggal 06 Januari 2020 yang ditujukan kepada Rasman Alwi.

Tulisan ini berasal dari redaksi newsline.id

0 Komentar