Pemkab Barru Siapkan Layanan Mal Pelayanan Publiq Masiga Center

0 Komentar

Barru,Newsline.id- Di tengah pandemi Covid-19, Pemerintah Kabupaten Barru terus berupaya semaksimal mungkin menyiapkan formulasi tepat untuk diterapkan di tatanan baru atau “new normal”.

Di bidang pelayanan publik dan perizinan misalnya, Pemkab Barru melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), sudah memiliki beberapa standar pelayanan dan pola kerja yang siap diterapkan.

Termasuk diikutkan terlebih dahulu di lomba inovasi daerah yang digelar Kemendagri menyambut “new normal”.

Bupati Barru Suardi Saleh mengatakan, pelayanan publik dan perizinan di Barru harus tetap berjalan dengan memperhatikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 melalui prinsip “Aman, Iman, dan Imun”.

“Aman yaitu menjaga jarak serta memakai masker. Iman, yakni menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta rajin cuci tangan pakai sabun. Imun, meningkatkan imunitas dengan istirahat yg cukup, rutin olah raga, kurangi stress, konsumsi makanan bernutrisi, termasuk perbanyak makan buah-buahan dan sayuran,” kata Suardi Saleh menjelaskan prinsip dan motto yang diterapkan di new normal, Sabtu (06/06/2020).

Khusus di Mal Pelayanan Publik (MPP) Masiga Center Barru, Pemkab juga menyiapkan layanan mengurus perizinan melalui permohonan secara online atau sering lewat aplikasi sipammase di link http://izinonline.barrukab.go.id.

Caranya, setelah mengakses link tersrbut, maka pemohon harus membuat akun sipammase dengan menggunakan NIK sebagai user name dan membuat pasword.

Username dan pasword ini mesti diingat atau dicatat. Bila ada kesulitan atau ada yang ingin dikonsultasikan, maka dapat menghubungi layanan call center MPP.

“Apabila ada masyarakat yang kesulitan mengakses aplikasi perizinan online sipammase, maka pemohon dapat datang ke DPMPTSP&TK di Mall Pelayanan Publik Masiga Barru,”ungkap Samsyir.

Sehingga Saat berkunjung di MPP, maka pemohon diwajibkan menggunakan masker dan lebih awal akan di screening di pos screening pra-antrian dimana pemohon akan di cek suhu badan,” tambah Kepala Dinas PMPTSP & TK.

Setelah itu, lanjut Syamsir, akan mempersilakan masuk ke MPP bagi yang suhu badannya di bawah 38 c. Sedangkan yang di atas 38 c, maka nama pemohon akan dicatat dan dipersilakan untuk pulang ke rumah, mengecek kondisi kesehatannya lebih lanjut. Termasuk menyarankan melakukan isolasi mandiri.

Lalu bagaimana dengan penyandang difabel dan warga yang usianya tergolong rentan Covid-19? Syamsir menjelaskan, pihaknya sangat memperhatikan ini.

Karena itu, ada standar khusus yang diterapkan. Seperti, menyiapkan petugas untuk membimbing secara maksimal agar pemohon dapat mengakses perizinan online sipammase.

“Namun apabila tetap tidak mampu mengakses akan dilakukan layanan jemput bola. Dimana petugas DPMPTSP&TK akan mengunjungi rumah pemohon untuk menjemput berkas permohonan untuk diproses sesuai standard operasional prosedur (SOP). Dan apabila dokumen perizinannya sudah selesai, maka akan diantarkan kembali oleh petugas DPMPTSP&TK ke rumah pemohon,” pungkasnya.

Penulis : Safrul Wahyuddin
Tulisan ini berasal dari redaksi newsline.id

0 Komentar