Ketua Karang Taruna Pasimarannu Angkat Bicara Soal Pembagian Rumah Nelayan

0 Komentar


Selayar, newsline.id — Sebanyak 50 unit rumah nelayan yang berada di Desa Majapahit telah habis terbagi pada hari Senin (18/11/2019) kemarin.

Namun demikian, pembagian rumah nelayan yang sedianya diperuntukkan kepada masyarakat nelayan itu menuai protes dari berbagai pihak.

Pasalnya, rumah nelayan yang dibagikan diduga tidak sesuai dengan peruntukannya. Karena tidak semua yang mendapat pembagian Rumah nelayan itu berprofesi sebagai nelayan.

Menyikapi persoalan ini, Ketua Karang Taruna Kecamatan Pasimarannu Ahmad Taufik pun angkat bicara.

Menurut dia, pemerintah yang memiliki kewenangan terhadap pembagian itu harusnya bisa meninjau kembali karena adanya pro kontra dari masyarakat khusus para nelayan.

Apalagi berdasarkan informasi yang dihimpunnya, Taufik mengatakan bahwa ada masyarakat yang berstatus PNS juga dapat bagian sementara banyak masyarakat lain yang lebih berhak dengan profesinya sebagai nelayan.

“Ini kan aneh, masa yang berstatus PNS pun dapat. Baru banyak nelayan lain tidak kebagian padahal itu adalah rumah nelayan,” ujar Ketua Karang Taruna, Ahmad Taufiq saat dimintai keterangan melalui via whatsappnya, Selasa (19/11/2019).

Sementara itu, lanjut Taufiq, dalam UUD No. 7 tahun 2016 yang diketahuinya bahwa bantuan rumah nelayan itu memang betul – betul untuk memprioritaskan masyarakat nelayan.

“Jadi kami menyarankan kepapa pemerintah
yang memiliki kewenangan dibidang itu agar memperhatikan masyarakat nelayan yang sangat memerlukan bantuan rumah nelayan itu,” tegas Taufiq.

“Karena sesuai namanya, rumah nelayan harusnya diperuntukan kepada masyarakat yang berstatus pekerjaannya sebagai nelayan,” pungkasnya.





Tulisan ini berasal dari redaksi newsline.id

0 Komentar