Kemiskinan di Balik Kemegahan Pembangunan

0 Komentar
Azis jadi pemulung untuk menghidupi istri dan empat orang anaknya.

Azis jadi pemulung untuk menghidupi istri dan empat orang anaknya.

di Balik Kemegahan Pembangunan Kota Palopo, Azis jadi pemulung untuk menghidupi istri dan empat orang anaknya.

PALOPO, NEWSLINE.ID- Kemiskinan di Indonesia menjadi salah satu pr setiap kepala negara, begitu juga di Kabupaten/Kota.

Seperti halnya di Kota Palopo, masih terdapat warga untuk menghidupi keluarga terpaksa menjadi seorang pemulung.

Miris, tapi inilah fakta yang ditemui di BTN Merdeka Non Blok, Kelurahan Salekoe, Kecamtan Wara Timur, dimana terdapat keluarga Azis Mudain (48) yang berprofesi sebagai seorang pemulung untuk menghidupi istri dan empat orang anaknya. 

Dalam kurung waktu 2 tahun terakhir,  dirinya tak lagi mendapatkan bantuan berupa beras rastra dari pemerintah Kota Palopo, bahkan pemerintah kelurahan pun jarang mengunjungi kediamannya. 

“Iya, sudah 2 tahun terakhir tidak ada bantuan beras raskin, bantuan lain juga tidak ada,” tutur Asiz, saat dijumpai di rumahnya, Minggu (27/1/2019).

Ria, istri Azis

Sementara itu Ria, istri Asiz terpaksa harus menjadi pembantu rumah tangga, untuk meringankan beban suaminya dalam mencari nafkah dan sesekali ikut memulung. 

Beban keluarga Asiz semakin diperparah dengan tidak memiliki sumber air bersih untuk kebutuhan memasak. 

“Sudah 10 tahun disini tidak ada air bersih, kalau mau masak hanya numpang di air ledeng tetangga,  karena tidak memiliki sumber air dari PDAM Kota Palopo,” ungkap Ria.

Bukan hanya itu saja, anak terakhir yang bernama Asmalia (7), tidak dapat mengenyam indahnya dunia pendidikan, akibat terkendala Akta kelahiran. 

“Tidak sekolah karena akta kelahiran tidak ada, saya sudah urus ke pemerintah kelurahan, selanjutnya ke Dinas Dukcapil, tapi disana disuruh lagi kembali ke kelurahan karena kelengkapan berkas,” ucap Asmalia, dengan nada sendu. 

Cita-cita Asmalia untuk menjadi seorang dokter, hanya sekedar angan semata karena persoalan akta kelahiran. Disaat teman sebayanya sibuk menuntut ilmu, Asmalia justru ikut membantu orangnya mengais rejeki. 

Keluarga Asiz berharap, pemerintah Kota Palopo dapat mengulurkan tangan, untuk memberikan bantuan, agar cita-cita Asmalia menuntut ilmu dibangku sekolah dapat terwujud.

Penulis : Herianto
Tulisan ini berasal dari redaksi newsline.id

0 Komentar