Cek Sejarah! Jejak Penguasa Kerajaan Luwu Sebelum Masuknya Islam

0 Komentar
Kerjaan Luwu

Istana kerajaan Luwu

NEWSLINE.ID- Kerajaan Luwu diklaim sebagai kerajaan terbesar dan tertua di Sulawesi Selatan bahkan tanah Sulawesi.

Bahkan berbagai sumber menyebut jika Luwu merupakan Kerajaan yang begitu makmur, melebihi kerajaan lainnya seperti Kerajaan Gowa dan Kerajaan Bone.

L.A Caldwell dalam tulisannya di buku ‘Tapak-Tapak Waktu’ (2005), bahkan menyebut bahwa sebelum Makassar dan Bone terkenal, Luwu sebagai kerajaan terkuat dan terbesar di Sulawesi.

Meski berbagai catatan sejarah mengamini jika Kerajaan Luwu adalah kerajaan pertama dan terbesar di Sulawesi, namun hanya sedikit bukti kongkrit terkait dengan pencatatan daftar Raja atau penguasa Luwu yang ada.

Bahkan L.A Caldwell menemukan adanya dua sumber yang menunjukan daftar Raja yang saling berbeda menurut runutan waktu.

“Terlepas dari catatan kemunduran Luwu’, ada catatan lain yang perlu diselidiki selain daftar Raja-Raja Luwu’ yang secara tradisional sudah dikenal luas. Catatan lain ini adalah pertama, sebuah catatan yang memuat sekitar 12 nama penguasa dari masa pra-Islam, kedua, silsilah-silsilah pendek dari abad ke-15 dan abad ke-16, silsilah ini memuat daftar Raja-Raja, yang tedapat dalam naskah kuno dari abad ke-19 dan ke-20,” tulis L.A Caldwell.

Adapun 12 penguasa Luwu yang ditemukan tersebut berasal dari 18 naskah yang kemudian dirunut seperti ini:

  1. Simpurusia
  2. Anakaji
  3. We Mattengngaempong
  4. Tampabalusu
  5. Tanrabalusu
  6. To Apanangi
  7. Bataraguru
  8. To Sangkawana
  9. La Malalae
  10. Datu ri Saole’bi
  11. Maningo ri Bajo
  12. Matinro ri Ware’

Sementara itu beberapa versi lainnya berdasarkan silsilah-silsilah pendek ditemukan 14 nama dengan urutan:

  1. Simpurusia
  2. Anakaji
  3. To Apanangi
  4. Tampabalusu
  5. Datu Apira
  6. Tanrabalusu
  7. Bataraguru
  8. Datu Maoge’
  9. To Sangkawana La Malalae
  10. Dewaraja
  11. To Apaio
  12. Maningo ri Bajo
  13. Matinroe ri Ware’

Adanya perbedaan ini lantaran tradisi lisan (sejarah lisan) masih kuat di lingkungan kerajaan Luwu, sehingga dalam hal ini pencatatan silsilah secara tertulis pun mengalami perbedaan ketika dilakukan pencocokan.

Meski begitu dengan melakukan berbagai pengecekan data tertulis dari berbagai naskah, L.A Caldwell, pun menyimpulkan kronologi penguasa kerajaan Luwu sebagai berikut:

  • Simpurusia (1286-1311)
  • Anakaji (1311-1336)
  • We Mattengngaempong (1336-1361)
  • Tampabalusu (1361-1386)
  • Tanrabalusu (1386-1411)
  • To Apanangi (1411-1436)
  • Bataraguru (1436-1461)
  • To Sangkawana (1461-1486)
  • La Malalae (1486-1511)
  • Dewaraja (1511-1536)
  • To Apaio (1536-1561)
  • Maningo ri Bajo (1561-1586)
  • Matinro ri Wareq (1586-1611)

*Artikel di atas disadur dari tulisan dalam buku “Tapak-Tapak Waktu” yang diterbitkan Ininnawa tahun 2005

Tulisan ini berasal dari redaksi newsline.id

0 Komentar