Begini Kronologi Indikasi Kecurangan Pemilihan Kepala Desa Bontobulaeng di Selayar

0 Komentar


Selayar, newsline.id — Hasil pemilihan Kepala Desa Bontobulaeng, Kecamatan Pasimasunggu Timur, Kabupaten Kepulauan Selayar yang digelar 05 Desember kemarin, menuai protes.

Hingga berita ini diturunkan, kotak suara pun masih tersandera di Kantor Kecamatan Pasimasunggu Timur mengingat belum adanya titik terang atas dugaan kecurangan tersebut.

Sebelumnya, berdasarkan hasil perhitungan suara pasca dilakulan pencoblosan pada Kamis kemarin, nomor urut 5 Andi Mukhtamar berhasil unggul satu suara dari rivalnya nomor urut 3 Iksar Rais.

Akan tetapi karena dianggap adanya dugaan kecurangan sehingga hasil perhitungan suara menuai prote. Akhirnya ratusan pendukung calon kepala Desa nomor urut 3 mendatangi kantor Camat Pasimasunggu Timur untuk melakukan protes ke PPK tingkat desa.

Berdasarkan informasi yang kami himpun, adapun kronologi indikasi kecurangan pemilihan kepala desa Bontobulaeng itu antara lain:

1. Bahwa berdasarkan Petunjuk Teknis pelaksaan PILKADES mengenai Pendistribusian surat panggilan memilih paling lambat tiga hari sebelum hari pemungutan dan penghitungan suara, namun kesepakatan panitia dengan para calon Kepala Desa bahwa batas akhir pendistribusian surat panggilan memilih dapat dilakukan sampai dua hari sebeblum hari pemungutan dan penghitungan suara yakni pada Tanggal 03 Desember 2019;

2. Bahwa setelah Tanggal 03 Desember 2019 PPKD atau KPPS masih menyalurkan undangan atas nama MUH. SAING;

3. Bahwa pada Tanggal 04 Desember 2019 malam, TIMSES nomor 5 ditengarai melakukan money politik dengan pemberi atas nama H. MUKTAR dan penerima An. ANDU berjumlah Rp. 2.000,000,- (Dua Juta Rupiah);

4. Bahwa pada Tanggal 05 Desember 2019 pemungutan suara mulai pukul 07.30 Wita s/d puku 13.00 Wita berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 55 Tahun 2019, proses pemungutan suara dilakukan di Tiga di TPS, masing-masing TPS 1 di Dusun Pandang Timur, TPS 2 di Dusun Pandang, dan TPS 3 di Dusun Ujung;

5. Bahwa pada saat pemungutan suara, ada pemilih An. SULTAN menyalurkan hak pilihnya dengan menggunakan surat panggilan atas nama AHMAD MUZAMMIL pada TPS 3, dan surat panggilan tersebut diberikan oleh saudara ADI WIRA GUNA, setelah dikonfirmasi ternyanta ADI WIRA GUNA bukanlah Panitia Penyelenggara PILKADES Desa Bontobulaeng melainkan TIMSES calon nomor urut 5 An. ANDI MUKHTAMAR PUTRA;

6. Bahwa menurut pengakuan saudar SULTAN setelah dikonfirmasi, beberapa saat setelah ADI WIRA GUNA memberikan surat panggilan tersebut, datanglah seseorang An. ONSONG membawakan uang sebesar Rp. 1.000,000,- (Satu Juta Rupiah) dan saudara ONSONG meminta yang bersangkutan harus mencoblos nomor urut 5;

7. Bahwa setelah menerima uang sebesar Rp. 1.000.000,- (Satu Juta Rupiah) dari saudara ONSONG, beberapa saat kemudian saudara SULTAN menuju TPS 3 dengan dibonceng oleh saudara ADI WIRA GUNA;

8. Bahwa setelah tiba di TPS 3, yang bersangkutan melapor kepada petugas KPPS dan petugas KPPS menerima dan mendaftarkannya kedalam daftar hadir pemilih tanpa melakukan penelitian, sementara yang bersangkutan bukanlah orang yang atas nama di undangan tersebut;

9. Bahwa setelah dikonfirmasi yang bersangkutan mencoblos calon nomor urut 5 dikarenakan telah menerima sejumlah uang dari TIMSES calon nomor urut 5 sebelum menuju ke TPS;

10. Bahwa berdasarkan Petunjuk Tekhnis PILKADES, penghitungan suara dapat dimulai pada pukul 13:00 Wita, namun di TPS 3 terjadi Penundaan hingga pukul 14:00 Wita tanpa alasan yang jelas, sementara di TPS 1 dan TPS 2 telah memulai penghitungan suara pada pukul 13:00 Wita sebagaimana diatur pada JUKNIS PILKADES;

11. Bahwa penundaan tersebut dilakukan dengan alasan telah menjadi kesepakatan Ketua KPPS dan Anggota KPPS, namun saksi calon nomor urut 3 mengajukan keberatan karena dianggap menyalahi Petunjuk Tekhnis PILKDES, namun ketua KPPS bersama anggota KPPS tidak mengindahkan keberatan saksi calon nomor urut 3, sementara saksi calon nomor urut 5 sama sekali tidak melakukan keberatan untuk itu;

12. Bahwa akibat penundaan tersebut, penghitungan suara di TPS 3 baru dimulai sejak pukul 14.00 wita sampai dengan pukul 16.00 Wita;

13. Bahwa setelah selesai penghitungan suara di TPS 3, maka dilakukanlah rekapitulasi oleh KPPS, namun dalam proses rekapitulasi tersebut terjadi salah jumlah namun setelah dilakukan penelitian maka ditemukanlah angka yang sebenarnya, setelah itu masing-masing saksi membubuhkan tanda tangan berita acara hasil penghitungan suara TPS 3 tetapi saksi calon nomor urut 3 tidak diberikan salinan Berita Acara Hasil penghitungan suara ;

14. Bahwa setelah proses pemungutan dan pengitungan suara dinyatakan selesai, beredar kabar bahwa ada salah satu nama yang terdaftar dalam DPT tidak lagi terdaftar sebagai penduduk desa Bontobulaeng, dan berdasarkan kabar tersebut dilakukanlah konfirmasi kepada yang bersangkutan, setelah melakukan konfirmasi ditemukanlah jika KTP dan KK yang bersangkutan tidak terdaftar sebagai penduduk desa Bontobulaeng, melainkan sebagai penduduk Desa Donto Jati;

15. Bahwa setelah dipastikan yang bersangkutan bukan lagi penduduk Desa Bontobulaeng maka dilakukanlah konfirmasi lebih lanjut dengan menanyakan kronologis sehingga yang bersangkutan dapat menyaurkan hak pilihnya di TPS 3;

16. Bahwa berdasarkan keterangan yang bersangkutan, yang bersangkutan menerima undangan/surat panggilan memilih dari anggota KPPS An. EKA bersama ERNA, namun yang bersangkutan menolak dengan alasan bahwa dirinya bukan lagi penduduk Desa Bontobulaeng namun akhirnya yang bersangkutan tetap menerima undangan tersebut, kejadian tersebut disaksikan oleh saudari FITRA anak kandung saudara MUH. SAING;

17. Bahwa setelah beberapa hari sejak menerima panggilan memilih, yang bersangkutan didatangi oleh adik IPAR calon nomor urut 5 An. RIAN HIDAYAT dengan tujuan memberikan penjelasan untuk meyakinkan yang bersangkutan bahwa dirinya dapat menggunakan hak pilihnya tanpa ada resiko apa pun;

18. Bahwa berselang beberapa saat setelah didatangi oleh saudara RIAN HIDYAT, datanglah salah satu TIMSES Nomor Urut 5 An. NUR AENI dengan memberikan uang sebesar Rp. 1.000.000,- (Satu Juta Rupiah) agar yang bersangkutan mencoblos calon nomor urut 5;

19. Bahwa setelah permasalahan ini telah sampai ke PPKD, maka saudara RIAN HIDAYAT kembali mendatangi yang bersangkutan dengan maksud meminta dan mengarahkan agar dirinya memberikan keterangan palsu dengan cara mengaku mencoblos nomor urut 3;

20. Bahwa setelah dilakukan pendalaman terhadap permasalahan ini, maka calon nomor urut 3 bersama tim mengajukan keberatan dan melaporkan kejadian tersebut kepada PPKD yang bertempat di Kantor Camat Pasimasunggu Timur dan setelah terjadi dialog yang panjang yang difasilitasi oleh Camat Pasimasunggu Timur, Kapolsek Pasimasunggu-Pasimasunggu Timur dan DANRAMIL 1415-02 Pasimasunggu-Pasimasunggu Timur-Taka Bonerate, maka ketua PPKD mengakui bahwasanya terdapat nama dalam DPT yang bukan penduduk Desa Bontobulaeng telah menyalurkan hak pilihnya di TPS 3, hal tersebut juga diakui sebagai bentuk kelalaian PPKD dan KPPS PILKADES Desa Bontobulaeng;

21. Bahwa pertemuan pada Tanggal 05 s/d 06 Desember 2019 pukul 03:00 Wita, maka disepakati bahwa pertemuan dilanjutkan besoknya setelah sholat jum’at pukul 15:00 Wita;

22. Bahwa setelah dilakukan pertemuan mulai pukul 15:00 Wita s/d pukul 17:30 Wita, maka disepakati bahwa penyelesaian permasalahan ini harus dilakukan di Tingkat Kecamatan Pasimasunggu Timur dan tidak diperkenankan dibawa ke ibu kota Kabupaten;

Tulisan ini berasal dari redaksi newsline.id

0 Komentar